Tanjungpinang (Antara Kepri) - Komandan Korem 033/Wirapratama Kepulauan Riau, Brigjen TNI Deni K Irawan mengatakan ancaman nonmiliter berupa penyelundupan barang-barang terlarang seperti narkoba lebih menonjol dibandingkan dengan ancaman militer di daerah setempat.

"Meski berada di daerah perbatasan dengan sejumlah negara, ancaman militer bisa dikatakan tidak ada terutama melalui darat, tetapi yang lebih berbahaya dan menonjol itu adalah ancaman nonmiliter berupa penyelundupan dan narkoba," kata Danrem Brigjen Deni K Irwan usai menerima bantuan kendaraan operasional dari Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjungpinang, Senin.

Danrem mengatakan, ancaman penyelundupan dan narkoba tersebut harus peran serta semua pihak untuk mencegahnya.

"Tidak mungkin aparat saja yang bertindak, tetapi semua pihak harus berperan serta untuk mencegah itu," kata Deni.

Deni mengajak putra-putri Kepri juga ikut bergabung menjadi prajurit TNI sebagai salah satu cara membentengi daerah dari ancaman nonmiliter tersebut.

"Minat masyarakat Kepri cukup tinggi dan memang kami berharap putra-putri Kepri bisa menjadi prajurit TNI di daerahnya," kata Danrem.

Menurut Danrem, minat yang tinggi oleh putra-putri di Kepri tersebut sayangnya tidak diikuti dengan persiapan yang matang, sehingga pada saat dilakukan ujian sering gagal.

"Kemampuan dan potensi mereka ada dan tahu apa yang diujikan tersebut, namun kadang kebanyakan tidak mempersiapkannya dengan baik, sehingga gagal," ujarnya.

Korem 033/Wirapratama menurut dia siap untuk dimintai bantuan untuk mempersiapkan putra-putri bangsa tersebut menjadi prajurit TNI dari jauh-jauh hari, agar pada saat dilakukan ujian bisa lulus dengan baik.

"Silahkan hubungi kami lebih awal, agar bisa dibantu dalam pembinaan dan apa yang dibutuhkan," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto