Batam Aman Dikunjungi Wisatawan
Rabu, 20 Februari 2013 16:06 WIB
Batam (Antara Kepri) - Dinas Pariwisata Kota Batam, Kepulauan Riau, meyakinkan kota ini aman dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri meskipun ditetapkan sebagai kawasan Waspada Flu Burung.
"Batam masih aman, karena virus itu sifatnya lokal di satu daerah saja," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah kota terus berupaya melokalisir virus dengan memusnahkan seluruh unggas yang terindiksi flu burung di Pulau Air Raja dan Sei Temiang.
Yusfa mengatakan menerima surat elektronik dari agen pariwisata Singapura yang mempertanyakan kasus tersebut. Beberapa wisatawan mulai resah dengan peredaran virus mematikan.
Untungnya, kata Yusfa, belum ada agen tur dan travel yang membatalkan rencana kunjungannya ke Batam.
"Sampai sekarang juga belum ada larangan dari Pemerintah Singapura dan Malaysia kepada warganya untuk mengunjungi Batam," kata dia.
Mengenai penurunan tingkat kunjungan wisman pasca-isu flu burung, ia mengatakan belum tahu.
"Jumlah kunjungan kami terima tiap bulan, setelah kasus flu burung ini kami belum terima," kata dia.
Batam ditetapkan kawasan Waspada Flu Burung pekan lalu, setelah Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan menemukan sekitar 2.000 dari 4.000 unggas di Pulau air Raja mati mendadak.
Untuk melokalisir peredaran vius, Pemkot Batam memusnahkan seluruh unggas di Pulau Air Raja, Senin (18/2).
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan pemusnahan unggas radius satu km dari peternakan yang terindikasi flu burung itu sesuai dengan acuan pemerintah pusat.
"Ini sebagai antisipasi agar penyalit tersebut tidak menular pada manusia. Semua ayam akan dimusnahkan secara bertahap," kata Wakil Wali Kota.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di sebuah lubang besar setelah ayam-ayam tersebut sebelumnya dimasukkan dalam karung dan disemprot dengan cairan.(*)
Editor: Dedi
"Batam masih aman, karena virus itu sifatnya lokal di satu daerah saja," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah kota terus berupaya melokalisir virus dengan memusnahkan seluruh unggas yang terindiksi flu burung di Pulau Air Raja dan Sei Temiang.
Yusfa mengatakan menerima surat elektronik dari agen pariwisata Singapura yang mempertanyakan kasus tersebut. Beberapa wisatawan mulai resah dengan peredaran virus mematikan.
Untungnya, kata Yusfa, belum ada agen tur dan travel yang membatalkan rencana kunjungannya ke Batam.
"Sampai sekarang juga belum ada larangan dari Pemerintah Singapura dan Malaysia kepada warganya untuk mengunjungi Batam," kata dia.
Mengenai penurunan tingkat kunjungan wisman pasca-isu flu burung, ia mengatakan belum tahu.
"Jumlah kunjungan kami terima tiap bulan, setelah kasus flu burung ini kami belum terima," kata dia.
Batam ditetapkan kawasan Waspada Flu Burung pekan lalu, setelah Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan menemukan sekitar 2.000 dari 4.000 unggas di Pulau air Raja mati mendadak.
Untuk melokalisir peredaran vius, Pemkot Batam memusnahkan seluruh unggas di Pulau Air Raja, Senin (18/2).
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan pemusnahan unggas radius satu km dari peternakan yang terindikasi flu burung itu sesuai dengan acuan pemerintah pusat.
"Ini sebagai antisipasi agar penyalit tersebut tidak menular pada manusia. Semua ayam akan dimusnahkan secara bertahap," kata Wakil Wali Kota.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di sebuah lubang besar setelah ayam-ayam tersebut sebelumnya dimasukkan dalam karung dan disemprot dengan cairan.(*)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB