Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, akan merancang interkoneksi listrik antarpulau untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pesisir yang belum mendapat pasokan listrik maksimal dari PT PLN.
"Pemkab sudah menganggarkan penyusunan 'detail engineering design (DED)" dan diharapkan bisa rampung pada pertengahan 2013," kata Bupati Bintan Ansar Ahmad di Kijang, Bintan, Kamis.
Ansar mengatakan, saat ini masyarakat pesisir seperti di Pulau Mantang, Pulau Kelong, Pulau Dendun dan sejumlah pulau lainnya sangat membutuhkan aliran listrik bisa maksimal hingga 24 jam dari PLN.
"Ada yang hanya 12 jam dalam sehari dialiri listrik PLN, ada juga yang menggunakan mesin genset atau listrik desa," kata Ansar.
Menurut Ansar, jika hasil kajian itu tidak membutuhkan biaya besar, pihaknya baru akan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mewujudkan interkoneksi antarpulau tersebut.
"Jika memungkinkan, akan kami bantu dengan APBD Bintan agar kebutuhan listrik warga tersebut bisa segera dipenuhi," ujarnya.
Ansar mengatakan, rencana interkoneksi tersebut akan dilakukan dari PLTU Galang Batang yang diperkirakan pada pertengahan 2013 telah beroperasi secara maksimal 30 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Dengan terpenuhinya kebutuhan listrik masyarakat tersebut, Ansar berharap perekonomian warga semakin meningkat.
"Kegiatan perekonomian masyarakat bisa lebih meningkat dan para pelajar juga lebih bisa maksimal belajar dengan tersedianya listrik," katanya.
Editor: Dedi
Bintan Akan Rancang Interkoneksi Listrik Antarpulau
Kamis, 21 Maret 2013 21:02 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Kepri tetapkan Desa Wisata Pengudang di Bintan jadi kawasan berbasis KI
03 June 2026 7:55 WIB
Pemkab Bintan siapkan layanan kesehatan "home care" untuk jamaah haji baru pulang
02 June 2026 11:39 WIB