Batam (Antara Kepri) - Dinas Kesehatan Kota Batam mengimbau masyarakat waspada terhadap peredaran minuman kaleng dan makanan ringan impor setelah pada Selasa (4/6) ditemukan ribuan produk minuman dan makanan kadaluwarsa pada gudang PT Sibat Kawasan Batuampar.
"Masyarakat harus jeli dan teliti saat membeli makanan dan minuman. Perhatikan betul-betul kemasannya dan masa kadaluwarsanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, makanan dan minuman kadaluwarsa tersebut memang tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun bila dikonsumsi bisa menimbulkan efek buruk seperti muntah-muntah.
"Meski tidak berdampak pada kematian. Namun harus diwaspadai, karena bisa mengganggu pencernaan dan perlu pengobatan," kata dia.
Chandra mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Batam, Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam dan Balai Pengawas Obat Makanan (BPOM) Kepri akan mengintensifkan pengawasan obat dan makanan berbahaya menjelang Bulan Puasa dan Lebaran 2013.
"Kami akan terus melakukan pengawasan agar tidak ada lagi produk-produk membahayakan kesehatan beredar di masyarakat," kata Chandra.
Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan memperketat pengawasan terhadap barang-barang yang akan didistribusikan ke masyarakat.
"Kami akan terus melakukan pengawasan secara periodik. Apalagi ini sudah mendekati Bulan Puasa dan Lebaran yang bisanya permintaan minuman kaleng dan makanan ringan meningkat," kata dia.
Bagi perusahaan yang terbukti mengedarkan barang-barang yang sudah kadaluwarsa akan ditindak tegas sesuai dengan undang-undang berlaku.
"Bagi masyarakat yang menemukan barang kadaluwarsa atau tidak berizin silakan melapor pada BPOM, Dinkes, atau Disperindag untuk ditindaklanjuti," kata Amsakar. (Antara)
Editor: Rusdianto
Dinkes Batam: Waspadai Makanan Kadaluwarsa
Kamis, 6 Juni 2013 23:46 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Batam targetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi lewat intervensi ahli
08 May 2026 13:26 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB