Batam (Antara Kepri) - Penguatan nilar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah belum mempengaruhi kinerja ekspor di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Atap Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho.
"Kalau dari data kami belum ada pengaruh. Belum ada kenaikan ekspor," kata Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Selasa.
Menurut dia, belum terkoreksinya ekspor Batam karena kebanyakan transaksi yang dilakukan masih menggunakan dolar AS dan dolar Singapura.
Tidak seperti daerah lain di Indonesia, Batam berorientasi pada ekspor sehingga penurunan nilai rupiah justru menambah keuntungan eksportir.
Sementara itu, seorang warga Batam memanfaatkan penurunan nilai rupiah itu dengan menukarkan mata uang.
"Mumpung dolar lagi tinggi, saya tukarkan beberapa ratus dolar yang saya miliki," kata ibu rumah tangga, Suryati.
Suryati mengatakan menyimpan beberapa ratus dolar AS dan dolar Singapura, karena suaminya bekerja untuk perusahaan asing yang kerap diberi tips berupa dolar.
"Ini saya simpan dari tiga tahun yang lalu, waktu dolar AS masih Rp8.000-an dan solar Singapura masih Rp6.800-an," kata dia.
Selain Suryati, pengemudi taksi, Anto juga menukarkan beberapa ratus dolar AS dan Singapura yang ia miliki.
"Lumayan, selagi rupiah masih mahal," kata Anto yang mengaku dibayar oleh penumpangnya menggunakan dolar AS dan dolar Singapura.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi kembali melemah sebesar 163 poin menjadi Rp9.985 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.822 per dolar AS.(Antara)
Editor: Dedi
Penguatan Dolar Belum Pengaruhi Ekspor Batam
Selasa, 11 Juni 2013 22:50 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam desa di Kepri jadi sasaran proyek penguatan ekonomi biru berbasis alam
11 February 2026 6:18 WIB
Menag RI tekankan pentingnya penguatan mental dan spritual bagi para ASN Kemenag Kepri
15 January 2026 15:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB