Batam (Antara Kepri) - Anggota DPRD Batam dan ratusan pekerja PT SUn Creation Indonesia (SCI) mendatangi Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dan berunjukrasa menuntut pertanggungjawaban badan itu atas kaburnya pemilik PT SCI.
Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov, Ketua Komisi IV Riki Syolihin dan Wakil Ketua Komisi IV Udin P Sihaloho bersama ratusan pekerja PT SCI berjalan kaki dari Kantor Wali Kota Batam yang berjarak sekitar 2 km, Senin.
Tidak hanya sampai pintu gerbang utama, ratusan pekerja dan wakil rakyat merangsek masuk hingga pintu lantai II Kantor BP Batam.
"Kami mendampingi pekerja hendak meminta penjelasan dari BP Batam. Karena BP Batam yang mengundang investor masuk," kata Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov.
Ruslan juga meminta BP Batam memperhatikan nasib pekerja, apalagi menjelang Lebaran. Ia berharap BP bersedia menyalurkan dana Safari Ramadhan kepada pekerja.
"Saya minta Kepala BP bersafari Ramadhan ke tempat pekerja," kata dia.
Sayangnya, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho tidak bisa memberikan jawaban kepada Ruslan dan ratusan pekerja. "Nanti akan saya sampaikan kepada Kepala," kata dia.
Ia juga tidak memberikan penjelasan alasan kaburnya pemilik PT SCI.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Riki Syolihin mengatakan BP Batam harus bertanggung jawab pada nasib pekerja, karena yang mendatangkan investor adalah BP Batam.
"BP Batam mencari investor katanya demi kesejahteraan masyarakat, supaya ada pekerjaan. Investor datang, namun lari, bagaimana pertanggungjawabannya," kata dia.
Senada dengan Riki, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho menuntut pertanggungjawaban BP Batam.
"Beginilah korban kalau BP Batam mencari investor sembarangan," kata dia.
Ia mengatakan pekerja sudah kerja rodi, sehingga seharusnya pemerintah ikut turun tangan memperjuangkan nasibnya. "Pekerja kerja rodi, pengusaha kabur, penguasa jangan tinggal diam," kata dia.
Sementara itu Kepala Sub Dit Perizinan Penanaman Modal BKPM BP Batam Khairul mengatakan pihaknya sudah berupaya mencarikan kepastian untuk pekerja dengan menghubungi perwakilan BKPM di Jepang dan langsung melapor ke BKPM di Jakarta.
BKPM Pusat, kata dia, juga menyurati Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia dan Kedutaan Besar RI di Jepang untuk mencari penanam modal yang kabur.
Sebelum mendatangi BP Batam, rombongan mendatangi Pemkot Batam, untuk tujuan yang sama. Rombongan diterima Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. (Antara)
Editor: Rusdianto
DPRD dan Buruh Demo BP Batam
Senin, 29 Juli 2013 21:39 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rancangan APBD Bintan 2027 fokus pada peningkatan kesejahteraan dan produktivitas daerah
16 July 2026 21:58 WIB
Pemprov Kepri tidak beri bantuan hukum ASN tersangka penggelapan tiket Pesparawi
14 July 2026 19:03 WIB
KPK sita 12.000 dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing Juprizal terkait kasus suap
09 July 2026 11:43 WIB
Ketua DPRD Batam: Kerukunan masyarakat jadi modal penting pembangunan serta investasi
03 July 2026 13:44 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disnaker Batam catat 64 perusahaan pekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas
10 August 2026 12:36 WIB