Batam (Antara Kepri) - Perusahaan asing mendominasi dalam lelang proyek pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir Telaga Punggur Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata.
"Peminat yang sudah ikut pra kualifikasi itu perusahaan Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, India dan Konsorsium China-Jerman-Indonesia," katanya di Batam, Rabu.
Menurut dia, dari 25 perusahaan yang ikut lelang, hanya satu yang berasal dari Indonesia, itu pun konsorsium China, Jerman dan Indonesia.
Proyek berteknologi tinggi senilai Rp1,5 triliun itu memang banyak diminati perusahaan asing karena menjanjikan keuntungan yang tinggi.
Proyek itu mengubah sampah domestik dan rumah tangga menjadi energi (waste energy) yang kemudian dibeli dan didistribusikan PLN Batam selama 25 tahun.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam, Sulaeman Nababan mengatakan pengelolaan energi limbah merupakan yang paling efektif dibanding yang lain, karena mampu bertahan selama 32 tahun. Sedangkan "land feel" hanya selama enam hingga sembilan tahun.
Kota Batam menghasilkan 460 ton sampah domestik setiap hari. Volume itu cukup untuk dijadikan energi limbah.(Antara)
Editor: Dedi
Perusahaan Asing Dominasi Peserta Lelang Sampah Batam
Rabu, 9 Oktober 2013 19:42 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Bintan ingatkan perusahaan patuhi aturan penerapan UMK pada May Day 2026
02 May 2026 9:26 WIB
RDPU DPRD Batam bahas kecelakaan tugboat di PT ASL, perusahaan diminta perkuat standar K3
12 March 2026 13:20 WIB
Gubernur Kepri Respons temuan TKA ilegal di Bintan, segera panggil perusahaan
02 March 2026 7:10 WIB
Menaker sebut kewajiban pemberian THR dari perusahaan masih tetap H-7 sebelum Idulftri
25 February 2026 12:24 WIB
Disnakertrans: Dua perusahaan di KEK Galang Batang didenda terkait tenaga kerja asing
19 February 2026 16:50 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB