Jakarta (ANTARA) - Dalam pertandingan UEFA Nations League 2026 yang mempertemukan Norwegia menghadapi Portugal sorotan kamera bukan tertuju pada Goncalo Ramos.
Padahal bomber AC Milan tersebut menjadi penentu kemenangan Selecao das Quinas atas Norwegia lewat chip indahnya dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan kesalahan dari penjaga gawang Orjan Nyland pada menit ke-53.
Dalam 90 menit pertandingan, sorotan kamera lebih tajam tertuju mengarah ke bench Portugal kala sang kapten Cristiano Ronaldo untuk pertama kalinya dalam era kepelatihan Jorge Jesus diparkir sebagai pemain cadangan.
Kapten Al-Nassr tersebut sesekali berdiri dari bangku cadangan untuk memberikan semangat kepada rekan setimnya di atas lapangan.
Dalam sejumlah sorotan kamera, Ronaldo juga menjalani pemanasan untuk siap diturunkan.
Namun nyatanya Jorge Jesus mengambil keputusan bahwa selama 90 menit pertandingan, peraih gelar lima kali Ballon D’or tersebut tak dibutuhkan jasanya dalam pertandingan kali ini.
Pemegang top skor sepanjang masa Portugal tersebut kemudian masuk ke ruang ganti seusai pertandingan dengan suasana tak dapat menyembunyikan perasaan kecewa meski Selecao memetik kemenangan.
Kejadian tersebut tentu mencoreng dan sekaligus alarm bahaya untuk Cristiano Ronaldo yang selama ini sosoknya tidak tergantikan di tim nasional Portugal.
Tercatat pemilik nomor punggung tujuh tersebut menjadi pemain cadangan dan tidak dimainkan dalam pertandingan terjadi pada 2008 silam.
Kala itu, Ronaldo hanya menjadi penghangat bangku cadangan dalam laga Portugal menghadapi Swiss yang bersaing di Kualifikasi Euro 2008.
Catatan tersebut kembali terulang 18 tahun kemudian kala Jorge Jesus menjadi pelatih yang berani mencadangkan Ronaldo.
Hal tersebut langsung menuai polemik padahal Jorge Jesus dan Ronaldo mempunyai cukup kedekatan setelah keduanya dalam musim sebelumnya bekerjasama mengantarkan Al-Nassr menjadi juara Liga Arab Saudi.
Nyatanya kehadiran Jorge Jesus yang ditunjuk sebagai pengganti Roberto Martinez, menyusul kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026, tak menjamin bahwa Ronaldo akan digaransi menit bermainnya.
Polemik Ronaldo
Ronaldo sebelumnya dimainkan penuh oleh Jorge Jesus kala Portugal memetik kemenangan tipis atas Wales, 1-0 dalam pertandingan UEFA Nations League 2026 pada Jumat (25/10).
Meski tampil penuh nyatanya performa dari pemain berusia 41 tahun tersebut menuai kritikan pedas karena dianggap tidak mampu tampil klinis di depan gawang.
Jorge Jesus pun juga sempat pasang badan dengan menyatakan bahwa Ronaldo masih tetaplah bagian penting dalam skema permainannya.
Namun gelagat tidak fair terjadi kala Ronaldo hanya sebagai penonton dalam pertandingan Portugal menghadapi Norwegia di Oslo.
Seusai kemenangan tersebut, skuad Portugal kemudian mendatangi tribun penonton Portugal yang rela datang langsung ke Oslo.
Keganjilan terjadi kala sang kapten Ronaldo tak mengikuti prosesi perayaan tersebut bersama suporter.
Setelah laga tersebut, Jorge Jesus memang mengatakan bahwa Ronaldo sebenarnya akan diturunkan sebagai pemain pengganti.
Namun situasi dan jalannya pertandingan yang berubah membuat Jorge Jesus memutuskan untuk memarkir Ronaldo.
Jorge Jesus kemudian melemparkan pernyataan untuk meredam situasi dengan mengatakan bahwa Ronaldo nanti akan memperoleh menit bermain kala Portugal bersua Denmark pada Jumat (2/10).
Dalam sejumlah laporan media, Ronaldo tampak berbicara empat mata dengan Jorge Jesus selama 30 menit. Kemudian pemain megabintang tersebut memilih kembali ke hotel dibandingkan melanjutkan latihan.
Setelah memunculkan tanda tanya mengenai beberapa keputusannya, sejumlah media kemudian mengabarkan bahwa terdapat pertemuan internal antara Ronaldo, Jorge Jesus dan Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) Pedro Proenca.
Pertemuan darurat tersebut ditempuh oleh Proenca yang seharusnya dijadwalkan menghadiri pertandingan timnas U-21 Portugal menghadapi Gibraltar dalam Kualifikasi Piala Eropa U-21 pada Rabu.
Pertemuan tersebut sepertinya tidak berjalan dengan mulus. Setelah pada Kamis, Ronaldo memutuskan untuk mengundurkan diri dari skuad Portugal.
Keputusan yang diambil dari sang megabintang tentu langsung memunculkan beragam spekulasi mengenai isu internal di dalam timnas Portugal.
Kini tanda tanya besar tentu saja muncul apakah kini Portugal sudah waktunya melakukan regenerasi atau tetap mempertahankan Ronaldo yang mempunyai peran krusial di tim dalam beberapa dekade terakhir?
Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan timnas Portugal menjelang pertandingan melawan Denmark di UEFA Nations League 2026/27.
Kapten Portugal berusia 41 tahun itu memutuskan pergi dari kamp latihan setelah absen dalam tiga sesi latihan berturut-turut.
"Setelah konferensi pers yang diberikan pelatih tim nasional, dan setelah berbicara dengan presiden Federasi Sepak Bola Portugal, saya memutuskan untuk meninggalkan pemusatan latihan tim nasional," tulis Ronaldo melalui akun Instagram-nya pada Kamis.
Meski begitu, Ronaldo memberikan dukungan bagi seluruh rekan setimnya jelang pertandingan mendatang.
Ronaldo sendiri menyatakan akan mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan timnas Portugal pada waktu yang dianggapnya tepat.
"Pada waktunya, saya akan menyampaikan kepada seluruh rakyat Portugal kebenaran mengenai alasan yang membuat saya meninggalkan tim nasional, yang selalu saya bela dengan penuh dedikasi," lanjutnya.
Ronaldo sebelumnya tampil saat Portugal menang 1-0 atas Wales di ajang Nations League. Namun, kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Portugal tersebut kemudian hanya duduk di bangku cadangan ketika negaranya mengalahkan Norwegia 2-1.
Keputusan tersebut langsung memicu perhatian. Begitu pertandingan berakhir, Ronaldo disebut langsung meninggalkan lapangan menuju terowongan dan kemudian masuk ke ruang ganti tim tamu di Oslo.
Keputusannya meninggalkan timnas Portugal terjadi pada Rabu sore waktu setempat. Berdasarkan laporan Euronews, Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus sempat berbicara pada Selasa malam dalam upaya meredakan situasi di dalam skuad.
Namun, sehari berselang, Ronaldo kembali tidak mengikuti sesi latihan tim. Ia meninggalkan Parken Stadium, Kopenhagen, yang menjadi lokasi pertandingan Portugal melawan Denmark, menggunakan kendaraan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).
Ronaldo pergi ketika hampir seluruh pemain Portugal sudah berada di lapangan untuk menjalani latihan. Hanya Francisco Conceicao yang tidak ikut berlatih karena mengalami cedera.
Kepergian Ronaldo terjadi hanya beberapa menit setelah Jorge Jesus menggelar konferensi pers. Pelatih Portugal tersebut sebelumnya memastikan Ronaldo akan mengikuti sesi latihan pada hari itu.
Jesus juga menjelaskan bahwa absennya Ronaldo dari sesi latihan sehari sebelumnya hanya disebabkan oleh aktivitas di pusat kebugaran.
Sebelumnya, Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa ia saat ini membidik pencapaian 1.000 gol dalam karier sekaligus membawa tim nasional (timnas) Portugal kembali menjuarai UEFA Nations League.
“Tujuannya adalah mencapai 1.000 gol dan tim nasional berusaha memenangkan Nations League ini,” ujar Ronaldo yang dikutip dari Dario AS pada Rabu.
Ronaldo saat ini telah mencetak 979 gol sepanjang karier profesionalnya, dengan 833 gol bersama klub dan 146 gol untuk Portugal. Ia hanya membutuhkan 21 gol lagi untuk mencapai tonggak 1.000 gol yang selama ini menjadi targetnya.
Ronaldo mengatakan mencetak gol ke-1.000 bersama Portugal akan menjadi pencapaian istimewa dalam perjalanan kariernya.
“Bila mencetak gol ke-1.000 untuk tim nasional, itu akan menjadi puncak dari sesuatu, sebuah cerita yang indah. Itu bukan berarti akhir dari semuanya, tetapi akan menjadi sebuah cerita yang indah,” kata Ronaldo.
Meski demikian, Ronaldo menegaskan dirinya tidak terobsesi mengejar angka tersebut. Ia ingin tetap menikmati setiap pertandingan dan menjalani karier dari hari ke hari.
“Saya sudah mengakui bahwa saya ingin mencapainya dan saya akan mencapainya. Apakah itu sebuah obsesi? Tidak. Sisanya adalah tentang menikmatinya, menikmati setiap hari,” ujarnya.
Ronaldo sebelumnya sempat mempertimbangkan masa depannya bersama timnas Portugal setelah mereka tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Portugal kalah dari Spanyol yang kemudian menjadi juara.
Namun, pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Portugal dan pelatih baru Jorge Jesus membuat Ronaldo memutuskan untuk melanjutkan kiprahnya bersama Selecao.
“Mereka masih mengandalkan saya. Saya masih percaya bahwa saya mampu membantu tim nasional,” kata Ronaldo.
“Hal terpenting adalah mampu mencetak gol di lapangan dan membantu tim memenangkan pertandingan,” lanjutnya.
Ronaldo juga menegaskan dirinya siap meninggalkan tim nasional bila sudah tidak lagi memberikan kontribusi atau tidak dibutuhkan oleh pelatih.
“Ketika saya merasa tidak melakukan apa pun di sini, tidak berkontribusi di lapangan, tidak mencetak gol, menciptakan suasana yang buruk, atau mereka tidak menginginkan saya di sini, saya akan menjadi orang pertama yang mundur,” ujarnya.
Jorge Jesus kini memasuki era baru bersama Portugal setelah menggantikan Roberto Martinez. Laga melawan Wales pada Jumat (25/9) menjadi pertandingan pertama Jesus sebagai pelatih tim nasional.
Ronaldo juga belum menentukan kapan akan mengakhiri kariernya. Ia memilih untuk tidak menetapkan batas waktu dan lebih memilih menikmati perjalanan yang masih tersisa.
“Saya belajar sesuatu sejak usia akhir 30-an, yaitu menjalani momen saat ini dan tidak memikirkan hari esok. Apakah mungkin? Ya. Sangat mungkin? Ya. Tetapi apakah itu akan terjadi? Saya tidak tahu,” kata Ronaldo.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ada apa dengan Cristiano Ronaldo?