Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan mengajak masyarakat Pulau Serasan dan pulau-pulau sekitar untuk turut menjaga penyu didaerah itu agar tidak punah.
"Kawasan pesisir Kepulauan Riau seperti di Kecamatan Serasan merupakan habitat penyu. Disana penyunya tak satu jenis," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DR. Eddiwan.
Ia menanggapi banyaknya masyarakat yang memanfaatkan penyu dengan mengambil telurnya dan perburuan penyu oleh kapal asing dari Vietnam dan Thailand.
Ia mengatakan, perburuan penyu yang dilakukan warga asing hingga kini belum tertangani. Komplotan pemburu memakai kapal induk yang merupakan kapal-kapal ikan berukuran besar dan mereka menjelajah pulau-pulau yang menjadi habitat penyu dengan kapal cepat berukuran kecil.
"Yang mereka buru adalah daging penyu. Ini ancaman kelestarian hewan tersebut, padahal penyu dapat jadi sumber pendapatan masyarakat dengan pola wisata," ujar Eddiwan yang telah berulang kali mendapatkan laporan masyarakat perihal kejahatan pemusnahan penyu itu.
Sedangkan dikalangan masyarakat tempatan, katanya, yang diburu adalah telurnya.
Menurut dia, penyu adalah hewan yang dilindungi dan ada upaya ditingkat pelaksanaan teknis untuk melegalkan perdagangan penyu alasan di daerah mereka penyu banyak.
"Kalau dibirkan maka kita dicatat sebagai pelanggar kesepakatan antar negara. Banyak masyarakat tidak paham dan perlu sosialisasi undang undang konservasi," katanya.
Ia mengakui, semakin hari penyu terlihat banyak pindah ke habitat pulau lain karena pulau yang ada ekosistemnya rusak akibat eksploitasi dilaut dan pantai serta terjadinya pencemaran seperti di perairan Batam, Bintan dan Lingga.
"Hewan tersebut pindah atau bermigrasi ke kawasan Serasan, Subi mencari habitat baru. Tiap malam penyu naik ke darat, maka terjadi eksploitasi baik nelayan tempatan atau orang asing," ujar Eddiwan.
Ia menjelaskan, agar eksploitasi penyu untuk nelayan lokal tidak lagi terjadi maka alternatif income alih ke budidaya perikanan, home industri dan lain sebagainya. usaha penangkapan diarahkan lepas pantai dengan modernisasi alat tangkap.
"Wisata bahari dengan mafaatkan penyu sangat menarik bagi wisatawn ini investasi unggul yang bisa dikembangkan. Ada jaminan hukum dan kemudahan untuk investasi serta berbasis masyarakat dan itu sebabnya DKP membangun balai penangkaran penyu di Pantai Sisi, Serasan agar menarik wisatawan," katanya.
Ia mengatakan pengelolaan penyu dengan melibatkan masyarakat juga bertujuan untuk jaga pulau karena kawasan pesisir Kepri itu paling rawan dan sering dilintasi kapal asing.
"Bukan tak mungkin pulau dicaplok orang lain," katanya. (Antara)
DKP Kepri Ajak Masyarakat Jaga Penyu
Jumat, 15 November 2013 14:28 WIB
Telur Penyu/Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
OJK Kepri manfaatkan perpustakaan untuk tingkatkan literasi keuangan bagi masyarakat
25 April 2026 10:45 WIB
Enam desa di Kepri jadi sasaran proyek penguatan ekonomi biru berbasis alam
11 February 2026 6:18 WIB
Kuliner khas Kepri catat rekor MURI, DKP dorong konsumsi ikan-ekonomi daerah
24 October 2025 17:38 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB