Pengoperasian Puskesmas Pesisir Batam Terkendala Dokter
Kamis, 6 Februari 2014 6:49 WIB
Wakil Wali Kota Batam Rudi (antarakepri.com)
Batam (Antara Kepri) - Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengataan pengoperasian tiga puskesmas rawat inap Galang, Bulang di Pulau Buluh, dan Puskesmas Sambau di Kecamatan Nongsa terkendala tidak adanya dokter.
"Meski dari segi bangunan bisa diguanakn untuk rawat ini, namun sampai saat ini hanya melayani pasien rawat jalan karena tidak ada dokter yang bersedia ditempatkan," kata dia di Batam, Rabu.
Ia mengatakan, meski sudah membuka pendaftaran untuk dokter baru yang akan ditempatkan pada puskesmas-puskesmas tersebut namun sepi peminat.
"Mau bagaimana lagi, dari sembilan yang kami butuhkan untuk tiga puskesmas tersebut, baru tiga yang daftar," kata dia.
Rudi menampik anggapan minimnya peminat karena insentif yang diberikan Pemkot Batam pada dokter yang akan ditempatkan di pesisir minim sehingga tidak diminati.
"Ini bukan masalah insentif. Namum memang tidak ada yang berminat menjadi dokter di pesisir Batam," kata Rudi.
Puskesmas-puskesmas tersebut dibangun oleh Pemerintah Kota Batam agar masyarakat yang selama ini jauh dari rumah sakit bisa ditangani jika harus mendapatkan perawatan inap.
"Kami tetap membuka peluang penerimaan doketr baru sesuai kebutuhan hingga akhir 2014 agar puskesmas tersebut bisa untuk layanan rawat inap," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal mengatakan Puskesmas Rawat Inap di pesisir diharapkan mampu menjadi jawaban sulitnya penanganan kesehatan di pesisir karena berada jauh dari pusat kota.
Selama ini, pasien rawat inap harus melalui transportasi laut dan darat yang relatif melelahkan karena tidak adanya fasilitas kesehatan memadai di pesisir.
"Saat ini di Batam ada sekitar 600 dokter. Namun dokter-dokter yang ada tersebut enggan juga ditempatkan di pesisir meski dengan gaji lebih tinggi. Mereka memilih tetap di Batam karena sudah memiliki tempat praktik tetap," kata Chandra.
Chandra mengatakan, gaji dokter di pulau Rp6 juta, sedangkan kalau di 'mainland' Rp5 juta.
Selain gaji, para dokter juga akan menerima insentif Rp1,5 juta. Insentif yang diterima dokter pesisir dan dokter pulau utama nilainya sama. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Meski dari segi bangunan bisa diguanakn untuk rawat ini, namun sampai saat ini hanya melayani pasien rawat jalan karena tidak ada dokter yang bersedia ditempatkan," kata dia di Batam, Rabu.
Ia mengatakan, meski sudah membuka pendaftaran untuk dokter baru yang akan ditempatkan pada puskesmas-puskesmas tersebut namun sepi peminat.
"Mau bagaimana lagi, dari sembilan yang kami butuhkan untuk tiga puskesmas tersebut, baru tiga yang daftar," kata dia.
Rudi menampik anggapan minimnya peminat karena insentif yang diberikan Pemkot Batam pada dokter yang akan ditempatkan di pesisir minim sehingga tidak diminati.
"Ini bukan masalah insentif. Namum memang tidak ada yang berminat menjadi dokter di pesisir Batam," kata Rudi.
Puskesmas-puskesmas tersebut dibangun oleh Pemerintah Kota Batam agar masyarakat yang selama ini jauh dari rumah sakit bisa ditangani jika harus mendapatkan perawatan inap.
"Kami tetap membuka peluang penerimaan doketr baru sesuai kebutuhan hingga akhir 2014 agar puskesmas tersebut bisa untuk layanan rawat inap," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal mengatakan Puskesmas Rawat Inap di pesisir diharapkan mampu menjadi jawaban sulitnya penanganan kesehatan di pesisir karena berada jauh dari pusat kota.
Selama ini, pasien rawat inap harus melalui transportasi laut dan darat yang relatif melelahkan karena tidak adanya fasilitas kesehatan memadai di pesisir.
"Saat ini di Batam ada sekitar 600 dokter. Namun dokter-dokter yang ada tersebut enggan juga ditempatkan di pesisir meski dengan gaji lebih tinggi. Mereka memilih tetap di Batam karena sudah memiliki tempat praktik tetap," kata Chandra.
Chandra mengatakan, gaji dokter di pulau Rp6 juta, sedangkan kalau di 'mainland' Rp5 juta.
Selain gaji, para dokter juga akan menerima insentif Rp1,5 juta. Insentif yang diterima dokter pesisir dan dokter pulau utama nilainya sama. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Kepri dan BGN gesa pengoperasian dapur makan bergizi gratis di kawasan 3T
05 February 2026 18:27 WIB
Dishub Kepri : Pengoperasian kapal Pelni pindah ke Pelabuhan Tanjung Moco
20 May 2025 10:24 WIB, 2025
Gubernur Ansar resmikan pengoperasian saluran kabel listrik bawah laut
24 December 2023 9:09 WIB, 2023
Pengoperasian kapal ro ro Dumai- Melaka perlu kesiapan bea cukai dan imigrasi
02 October 2021 5:46 WIB, 2021
Kemenkominfo sosialisasikan izin khusus pengoperasian perangkat komunikasi
25 April 2019 18:37 WIB, 2019
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB