Cuaca Buruk Masih Hantui Nelayan Natuna
Selasa, 11 Februari 2014 18:02 WIB
Ilustrasi: Gelombang laut (antaranews.com)
Natuna (Antara Kepri) - Cuaca buruk masih menghantui nelayan Natuna berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai yang memprakirakan kondisi cuaca di laut masih ekstrem hingga satu pekan ke depan.
"Nelayan agar berhati-hati saat melaut, terutama sebelah utara perairan Natuna," ujar Kepala BMKG Ranai, Yassinsons, Selasa.
Secara umum, jelas Yassinsons, prakiraan cuaca di wilayah Natuna masih ekstrem. Kecepatan angin masih dari arah utara hingga timur laut berkisar 5 hingga 15 knot, atau 10 hingga 30 km perjam.
Untuk gelombang laut, kata Yassinsons, berkisar 1 hingga 1,5 meter, dengan ketinggian maksimum 1,5 hingga 2,5 meter. Gelombang laut ini lebih sedikit terjadi peningkatan.
Ia menambahkan, saat ini anomali suhu muka laut di Laut Cina Selatan masih rendah, sedangkan di sebelah selatannya masih normal, sehingga pembentukan awan mulai terjadi yang mengakibatkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Kondisi sekarang ini, hujan lokal dengan intensitas sedang hingga tinggi bisa terjadi secara tiba-tiba. Ini karena anomali suhu di Laut Cina Selatan masih rendah. Sedangkan suhu berkisar 23 hingga 29 derajat celsius," katanya.
Saat ini, kata dia, Stasiun Meteorologi Ranai terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Natuna, dan berharap kepada nelayan saat melaut agar selalu waspada. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Nelayan agar berhati-hati saat melaut, terutama sebelah utara perairan Natuna," ujar Kepala BMKG Ranai, Yassinsons, Selasa.
Secara umum, jelas Yassinsons, prakiraan cuaca di wilayah Natuna masih ekstrem. Kecepatan angin masih dari arah utara hingga timur laut berkisar 5 hingga 15 knot, atau 10 hingga 30 km perjam.
Untuk gelombang laut, kata Yassinsons, berkisar 1 hingga 1,5 meter, dengan ketinggian maksimum 1,5 hingga 2,5 meter. Gelombang laut ini lebih sedikit terjadi peningkatan.
Ia menambahkan, saat ini anomali suhu muka laut di Laut Cina Selatan masih rendah, sedangkan di sebelah selatannya masih normal, sehingga pembentukan awan mulai terjadi yang mengakibatkan hujan lokal dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Kondisi sekarang ini, hujan lokal dengan intensitas sedang hingga tinggi bisa terjadi secara tiba-tiba. Ini karena anomali suhu di Laut Cina Selatan masih rendah. Sedangkan suhu berkisar 23 hingga 29 derajat celsius," katanya.
Saat ini, kata dia, Stasiun Meteorologi Ranai terus memantau perkembangan cuaca di wilayah Natuna, dan berharap kepada nelayan saat melaut agar selalu waspada. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan Cuaca Kepri Senin 14 September, hujan di Batam, Bintan, Natuna dan Anambas
14 September 2026 7:03 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Dinkes Natuna kampanyekan pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan
17 September 2026 22:55 WIB