Warga Rayakan Malam Takbir dengan Kembang Api
Senin, 28 Juli 2014 11:55 WIB
Batam (Antara Kepri) - Warga Kota Batam Kepulauan Riau merayakan malam takbiran dengan pesta kembang api di berbagai penjuru kota, Minggu.
"Ini sudah tradisi, sebagai bagian dari pesta kemenangan," kata Sofian, warga Baloi di Batam, Minggu malam.
Sofian bersama keluarganya membeli beberapa jenis kembang api untuk memeriahkan Malam Takbiran di kediamannya. Ia mengaku menghabiskan uang sekitar dua juta rupiah untuk membeli kembang api.
Menurut dia, menembakan kembang api sudah menjadi tradisi sejak beberapa tahun di Batam. Pesta kembang api bahkan dijadikan hadiah atas prestasi anak-anaknya yang berhasil menunaikan ibadah puasa.
Warga Jodoh, Andrei, mengatakan selain takbir keliling, Pesta Kembang Api merupakan tradisi muslim di Batam dalam menyambut Lebaran.
"Ini dari dulu ya, jadi sudah seperti kebiasaan yang harus dilakukan," kata dia.
Ia pun tidak ragu merogoh kocek relatif dalam untuk membeli kembang api.
Penjual kembang api musiman di Pujabahari Nagoya, Anto, mengatakan dibanding tahun-tahun sebelumnya, penjualan kembang api pada Lebaran tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
"Biasanya jam segini sudah ramai, padat orang membeli, tapi yang terjadi sekarang sepi banget," kata Anto.
Selain karena peminat berkurang, ia menduga turunnya penjualan karena sudah banyak pedagang kembang api yang berjualan di pelosok kota.
Selain itu, banyaknya jumlah penduduk Batam yang mudik Lebaran juga menyebabkan penjualan kembang api menurun.
Anto menjualan puluhan jenis kembang api dengan harga paling murah Rp5000 per paket hingga Rp15.000.000.
Sementara itu belasan kendaraan hias mengikuti pawai takbiran yang diadakan Pemerintah Kota Batam.
Pemerintah Kota Batam menyiapkan hadiah Rp20 juta bagi pemenang pawai yang diumumkan sebelum Shalat Idul Fitri di Masjid Agung. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Ini sudah tradisi, sebagai bagian dari pesta kemenangan," kata Sofian, warga Baloi di Batam, Minggu malam.
Sofian bersama keluarganya membeli beberapa jenis kembang api untuk memeriahkan Malam Takbiran di kediamannya. Ia mengaku menghabiskan uang sekitar dua juta rupiah untuk membeli kembang api.
Menurut dia, menembakan kembang api sudah menjadi tradisi sejak beberapa tahun di Batam. Pesta kembang api bahkan dijadikan hadiah atas prestasi anak-anaknya yang berhasil menunaikan ibadah puasa.
Warga Jodoh, Andrei, mengatakan selain takbir keliling, Pesta Kembang Api merupakan tradisi muslim di Batam dalam menyambut Lebaran.
"Ini dari dulu ya, jadi sudah seperti kebiasaan yang harus dilakukan," kata dia.
Ia pun tidak ragu merogoh kocek relatif dalam untuk membeli kembang api.
Penjual kembang api musiman di Pujabahari Nagoya, Anto, mengatakan dibanding tahun-tahun sebelumnya, penjualan kembang api pada Lebaran tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
"Biasanya jam segini sudah ramai, padat orang membeli, tapi yang terjadi sekarang sepi banget," kata Anto.
Selain karena peminat berkurang, ia menduga turunnya penjualan karena sudah banyak pedagang kembang api yang berjualan di pelosok kota.
Selain itu, banyaknya jumlah penduduk Batam yang mudik Lebaran juga menyebabkan penjualan kembang api menurun.
Anto menjualan puluhan jenis kembang api dengan harga paling murah Rp5000 per paket hingga Rp15.000.000.
Sementara itu belasan kendaraan hias mengikuti pawai takbiran yang diadakan Pemerintah Kota Batam.
Pemerintah Kota Batam menyiapkan hadiah Rp20 juta bagi pemenang pawai yang diumumkan sebelum Shalat Idul Fitri di Masjid Agung. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca Kepri Minggu ini, BMKG: Waspada hujan di Batam, Karimun, Natuna, Anambas
27 September 2026 6:52 WIB
Pemkot Batam bangun kolam retensi dan drainase di sejumlah kawasan untuk atasi genangan
25 September 2026 14:06 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Cuaca Kepri Minggu ini, BMKG: Waspada hujan di Batam, Karimun, Natuna, Anambas
27 September 2026 6:52 WIB
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB