DPRD Dorong Pariwisata Kepri Libatkan Masyarakat Sekitar
Kamis, 11 Desember 2014 19:52 WIB
Batam (Antara Kepri) - Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau mendorong agar industri pariwisata melibatkan masyarakat sekitar untuk menghindari kesenjangan sosial yang tinggi di lokasi pariwisata.
"Bagaimana agar pariwisata mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Kami tidak bangga dengan pariwisata Kepri karena belum membangun efek domino," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri Sirajudin Nur di Batam, Kamis.
Ia melihat kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar Lagoi masih menyedihkan. Padahal Lagoi adalah kawasan wisata eksklusif yang dikunjungi jutawan dalam dan luar negeri.
Seharusnya, industri pariwisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Di belakang Lagoi, masih banyak keluarga pra sejahtera kesenjangan sosial," kata dia.
Ia juga mendorong keragaman produk wisata yang ditonjolkan Kepri, tidak sekedar golf seperti yang selama ini terkenal. Dan keragaman produk itu seyogyanya bisa mengikutsertakan masyarakat sekitar.
Misalnya saja wisata ke desa, atau pengembangan kerajinan tertentu di desa sekitar kawasan wisata.
"Ada diversifikasi produk wisata, tidak hanya golf. Industri pariwisata didorong maju, masyarakat ikut maju dengan pertumbuhan sektor pariwisata," kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan pemerintah akan mendorong industri pariwisata untuk mengembangkan usaha dan objek wisata, sehingga tidak melulu golf.
"Industri menjadi aktornya, pemerintah akselelatornya," kata dia.
Pemerintah akan memberikan kemudahan bagi pelaku industri yang ingin mengembangkan pariwisata.
Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer Singapura, Sulaiman Shedhek juga berharap keragaman produk pariwisata di Kepri agar bisa menyerap Wisman asal Negeri Singa.
Ia menjabarkan enam segmen pasar Wisman asal Singapura lainnya yaitu MICE, petualangan, perjalanan komunitas, kelompok pelajar dan pariwisata santai.
Wisman Singapura suka wisata petualangan seperti rafting dan kayak, sehingga ia usulkan agar banyak dikembangkan di Kepri.
Selain itu pasar pariwisata wisman Singapura juga banyak untuk perjalanan komunitas dan kelompok pelajar.
"Untuk kelompok pelajar ini saya lihat sudah banyak di Batam. Sekali datang 200 anak sekolah yang melakukan perjalanan di Batam," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Bagaimana agar pariwisata mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Kami tidak bangga dengan pariwisata Kepri karena belum membangun efek domino," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kepri Sirajudin Nur di Batam, Kamis.
Ia melihat kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar Lagoi masih menyedihkan. Padahal Lagoi adalah kawasan wisata eksklusif yang dikunjungi jutawan dalam dan luar negeri.
Seharusnya, industri pariwisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Di belakang Lagoi, masih banyak keluarga pra sejahtera kesenjangan sosial," kata dia.
Ia juga mendorong keragaman produk wisata yang ditonjolkan Kepri, tidak sekedar golf seperti yang selama ini terkenal. Dan keragaman produk itu seyogyanya bisa mengikutsertakan masyarakat sekitar.
Misalnya saja wisata ke desa, atau pengembangan kerajinan tertentu di desa sekitar kawasan wisata.
"Ada diversifikasi produk wisata, tidak hanya golf. Industri pariwisata didorong maju, masyarakat ikut maju dengan pertumbuhan sektor pariwisata," kata dia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti mengatakan pemerintah akan mendorong industri pariwisata untuk mengembangkan usaha dan objek wisata, sehingga tidak melulu golf.
"Industri menjadi aktornya, pemerintah akselelatornya," kata dia.
Pemerintah akan memberikan kemudahan bagi pelaku industri yang ingin mengembangkan pariwisata.
Country Manager Visit Indonesia Tourism Officer Singapura, Sulaiman Shedhek juga berharap keragaman produk pariwisata di Kepri agar bisa menyerap Wisman asal Negeri Singa.
Ia menjabarkan enam segmen pasar Wisman asal Singapura lainnya yaitu MICE, petualangan, perjalanan komunitas, kelompok pelajar dan pariwisata santai.
Wisman Singapura suka wisata petualangan seperti rafting dan kayak, sehingga ia usulkan agar banyak dikembangkan di Kepri.
Selain itu pasar pariwisata wisman Singapura juga banyak untuk perjalanan komunitas dan kelompok pelajar.
"Untuk kelompok pelajar ini saya lihat sudah banyak di Batam. Sekali datang 200 anak sekolah yang melakukan perjalanan di Batam," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD-Pemkot Batam sepakati rancangan KUA/PPAS APBD Batam 2027 sebesar Rp4,8 T
15 August 2026 14:10 WIB
Rancangan APBD Bintan 2027 fokus pada peningkatan kesejahteraan dan produktivitas daerah
16 July 2026 21:58 WIB
Pemprov Kepri tidak beri bantuan hukum ASN tersangka penggelapan tiket Pesparawi
14 July 2026 19:03 WIB
KPK sita 12.000 dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing Juprizal terkait kasus suap
09 July 2026 11:43 WIB