Batam (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mengalami inflasi 2,69 persen pada Desember 2014, meningkat dibanding 1,49 persen bulan sebelumnya.

Berdasarkan rilis yang diterima di Batam, Senin, inflasi itu disebabkan naiknya indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 1,61  persen.

Kemudian kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar 0,47 persen, kelompok sandang 1,69 persen, kelompok kesehatan 3,72 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,53  persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 7,01 persen.

BPS juga mencatat Indeks Harga Konsumen Kota Batam pada Desember 2014 naik dari 113,95 pada November 2014 menjadi 117,01 pada Desember 2014.

Terjadi perubahan harga pada 136 komoditas kebutuhan masyarakat. Sebanyak 96 komoditas jasa mengalami kenaikan  harga atau tarif antara lain bensin, angkutan dalam  kota, tarif taksi, tarif rumah sakit, bayam, kacang panjang, mie, bahan  bakar rumah tangga, angkutan udara, solar, angkutan laut dan emas  perhiasan.

Kemudian bawang merah, rokok kretek filter, telur ayam ras, baju anak, ketupat/lontong  sayur, daging sapi, tahu mentah, kangkung, paku, beras, terong panjang, nasi dengan lauk dan sotong.

Sebaliknya, sebanyak 40  komoditas turun harga atau tarif, antara lain sikat gigi, kipas angin, tepung terigu, celana dalam anak, bola lampu, setrika, televisi berwarna, alat-alat listrik, pasta gigi, sabun mandi cair, melon, jeruk, kentang, tauge, daun singkong dan sawi putih.

Sementara itu, dari 23  kota IHK di Sumatera, semuanya mengalami inflasi dan yang tertinggi terjadi di Kota Tanjungpandan sebesar 3,21 persen dan terendah di Kota Meulaboh sebesar 1,17 persen. (Antara)

Editor: Rusdianto