Legislator: Pemerintah Kepri Tidak Perlu Dirikan Bank
Senin, 15 Juni 2015 3:33 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak perlu mendirikan bank, meski berbagai pihak menginginkannya, kata anggota Fraksi Golkar DPRD Kepri Sofyan Samsir di Tanjungpinang.
"Kepri sebagai provinsi baru tidak harus mendirikan bank baru, karena sudah bekerja sama Bank Riau-Kepri," tambahnya.
Dia menjelaskan sebagai provinsi baru, Kepri tidak harus mendirikan bank. Pemerintah Kepri cukup maksimalkan kerja sama dengan Bank Riau-Kepri.
"Banyak pemerintah provinsi yang tidak mendirikan bank. Cukup bekerja sama dengan bank yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) provinsi lain," ujarnya.
Menurut dia, mendirikan bank baru cukup sulit, dan menyedot yang anggaran yang besar. Selain itu, pengelolaan bank tidak mudah.
Dikhawatirkan pendirian bank justru menimbulkan permasalahan, karena persoalan baru yang menjerat pihak manajemen.
"Lihat saja selama ini, BUMD Kepri tidak menguntungkan, padahal anggaran daerah banyak tersedot untuk pengelolaan perusahaan tersebut," ucapnya.
Meski demikian, Syamsir minta Bank Riau-Kepri Syariah berpusat di Tanjungpinang. Bank tersebut dibutuhkan sebagai lembaga keuangan di Tanjungpinang.
"Secara bisnis itu menguntungkan Bank Riau-Kepri Syariah karena Tanjungpinang merupakan ibu kota Kepri," katanya.
Pemerintah Kepri baru-baru ini meningkatkan kerja sama dengan Bank Riau-Kepri. Kerja sama tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
"Kepri sebagai provinsi baru tidak harus mendirikan bank baru, karena sudah bekerja sama Bank Riau-Kepri," tambahnya.
Dia menjelaskan sebagai provinsi baru, Kepri tidak harus mendirikan bank. Pemerintah Kepri cukup maksimalkan kerja sama dengan Bank Riau-Kepri.
"Banyak pemerintah provinsi yang tidak mendirikan bank. Cukup bekerja sama dengan bank yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) provinsi lain," ujarnya.
Menurut dia, mendirikan bank baru cukup sulit, dan menyedot yang anggaran yang besar. Selain itu, pengelolaan bank tidak mudah.
Dikhawatirkan pendirian bank justru menimbulkan permasalahan, karena persoalan baru yang menjerat pihak manajemen.
"Lihat saja selama ini, BUMD Kepri tidak menguntungkan, padahal anggaran daerah banyak tersedot untuk pengelolaan perusahaan tersebut," ucapnya.
Meski demikian, Syamsir minta Bank Riau-Kepri Syariah berpusat di Tanjungpinang. Bank tersebut dibutuhkan sebagai lembaga keuangan di Tanjungpinang.
"Secara bisnis itu menguntungkan Bank Riau-Kepri Syariah karena Tanjungpinang merupakan ibu kota Kepri," katanya.
Pemerintah Kepri baru-baru ini meningkatkan kerja sama dengan Bank Riau-Kepri. Kerja sama tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kepri. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB