Tanjungpinang (Antara Kepri) - Debit air Sei Pulai, sumber air bersih yang dikelola PDAM Tirta Kepri setiap hari turun dua centimeter karena tidak terjadi hujan sekitar tiga bulan.
"Sempat normal menjelang Idul Fitri karena hujan turun selama berjam-jam. Namun hujan hanya turun selama tiga hari," kata Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Khaliq di Tanjungpinang.
Sejak H-5 Idul Fitri hingga sekarang belum terjadi hujan. Sementara saat hujan turun selama berjam-jam debit air hanya naik sekitar empat centimeter.
"Kalau tidak turun hujan, debit air akan berkurang," ujarnya.
Menurut dia, meski tidak hujan selama tiga bulan terakhir, pendistribusian air ke rumah pelanggan tetap berjalan normal. Setiap hari air mengalir ke rumah pelanggan.
"Sebelum terjadi hujan, kami perkirakan persediaan air bersih di Waduk Gesek dan Sei Pulai bertahan sampai selesai Idul Fitri. Kalau sekarang sudah aman hingga setelah Lebaran," ujarnya.
Distribusi air, kata dia, tidak terganggu karena persediaan air selama Ramadhan. Distribusi air terkadang berhenti karena pembersihan Waduk Gesek yang saat ini dilakukan pelebaran sehingga keruh.
Selain itu, pemadaman listrik menyebabkan distribusi air dari Sei Pulai ke rumah pelanggan terhambat.
"Mudah-mudahan tidak terjadi pemadaman listrik. Pemadaman listrik meski hanya sebentar, tetapi itu menghambat proses pendistribusian air bersih ke rumah pelanggan," ujarnya.
Dia menjelaskan PDAM Tirta Kepri dalam setiap detik mendistribusikan air dari Waduk Gesek ke rumah pelanggan 100 liter per detik, sedangkan dari Sei Pulai 200 liter per detik.
"Jumlah pelanggan di Tanjungpinang 15.700 rumah. Bintan di kawasan Uban 2.300 pelanggan, sedangkan Kijang 700 pelanggan. Sumber air bersih di Uban berada di Sungai Jagoh, sedangkan Kijang di Kolong Enam," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Air Sei Pulai Turun Setiap Hari
Kamis, 23 Juli 2015 10:05 WIB
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP Batam gandeng BRIN perkuat riset ketahanan air demi industri berkelanjutan
22 June 2026 10:49 WIB