Batam (Antara Kepri) - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan menambah 4.000 jaringan gas rumah tangga (RT) baru di Kota Batam Kepulauan Riau pada tahun 2016 demi menyukseskan pencanangan Batam Kota Gas.
"Pemerintah membangun kota gas dimulai dari jaringan rumah tangga, kami mengusulkan anggaran untuk 4.000 sambungan gas rumah tangga baru pada 2016," kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja di Batam, Kamis.
Pemerintah akan membangun infrastruktur pipa di penjuru kota itu demi memenuhi target 4.000 jaringan gas rumah tangga baru. Sayang, Wiratmaja enggan menyebutkan jumlah anggaran dan panjang pipa yang akan dibangun.
"Pipa yang sudah ada tinggal dikembangkan," kata dia.
Meski begitu, ia berharap Perusahaan Gas Negara akan membangun lebih banyak lagi jaringan gas rumah tangga dengan program PGN Sayang Ibu.
Kementerian ESDM mengajak pemerintah kota dan seluruh masyarakat Batam menggunakan energi bersih.
"Karena energi terbarukan hanya matahari, primernya pakai gas. Pemerintah mencanangkan Batam Kota Gas," kata dia.
Sementara itu, Perusahaan Gas Negara menargetkan menyambung 1.000 jaringan pipa rumah tangga sepanjang 2015.
Manager Area PGN Batam Sonny Rahmawan menyatakan hingga Juni 2015, PGN sudah menyalurkan gas ke 700 pelanggan rumah tangga baru.
Mulai 2015, PGN mengubah rencana bisnisnya dari mencari pelanggan rumah tangga satu per satu, menjadi bekerja sama dengan pengembang perumahan baru khususnya berlokasi di sekitar pipa induk PGN.
Dengan perumahan baru, maka pengembang bisa langsung memasang intslasi gas sebagai infrastruktur penunjang perumahan.
"Kami yakin, target 1.000 pelanggan pada 2015 bisa tercapai," kata dia.
PGN berencana akan menambah pelanggan di Perumahan Royal Bay, Cluster Rajawali Perumahan KDA dan Bida Asri.(Antara)
Editor: Dedi
Pemerintah Tambah 4.000 Jaringan Gas RT Batam
Kamis, 20 Agustus 2015 22:58 WIB
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Pemerintah Jepang setujui subsidi energi Rp57,4 triliun dampak konflik Timur Tengah
26 May 2026 14:25 WIB
Pemerintah target nilai tukar rupiah ke dolar di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 11:54 WIB
Bulog Tanjungpinang tunggu penugasan pemerintah salurkan jagung pipil ke peternak
16 May 2026 17:12 WIB
Prabowo sebut pemerintah berhasil operasionalkan 1.061 Kopdes Merah Putih dalam 7 bulan
16 May 2026 15:34 WIB