Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sejumlah nelayan di perairan Sanglar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tersesat saat melaut akibat asap tebal menghalangi penglihatan mereka.

Salah seorang warga Sanglar Azwar di Tanjungpinang, ibu kota Kepulauan Riau, Sabtu, mengatakan nelayan Sanglar, Kecamatan Durai Karimun, terpaksa memarkirkan perahu saat asap tebal mencemari perairan, karena khawatir semakin jauh tersesat.

"Asap itu kiriman dari Riau. Tahun lalu juga seperti ini," katanya.

Beberapa nelayan mengeluh pernah tersesat jauh akibat asap tebal yang menghalangi penglihatan mereka.

"Ada yang pernah sampai ke perairan Riau, jauh dari Durai," tuturnya.

Menurut dia, asap tebal yang menghalangi penglihatan nelayan tidak hanya mempengaruhi hasil tangkapan ikan, melainkan dapat menimbulkan kecelakaan.

"Dalam kondisi yang tidak terlihat, tidak mungkin dapat dipaksakan berlayar, karena bisa bertabrakan," ujarnya.

Ayah dari Azwar yang sehari-hari bekerja sebagai nahkoda kapal yang mengantar penumpang ke beberapa pulau di Durai juga tidak berani berlayar bila asap menghalangi penglihatannya.

"Ini sudah terjadi hampir sepekan," ujarnya.

Azwar yang baru-baru ini berada di Durai, mendesak Pemerintah Karimun, Kepri, Riau dan pusat bersama-sama mengatasi permasalahan asap. Pemerintah Riau dan pusat harus mampu memadamkan kebakaran hutan dan lahan di beberapa kawasan Riau, katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto