Natuna (Antara Kepri) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan, pulau terdepat NKRI di Kabupaten Natuna, Pulau Sekatung Kecamatan Pulau Laut akan dijaga drone atau pesawat tanpa awak,

Hal ini dikatakannya saat berkunjung ke Natuna pekan lalu, yang menurut dia pulau terdepan NKRI tersebut bisa dipantau dari lokasi utama penjagaan dengan radius hingga 40 kilometer. Sehingga
kegiatan di sekitar pulau itu bisa terpantau dari semua kegiatan, terutama ancaman dari luar.

"Kami sudah memantau kekurangan yang ada di Pulau Sekatung, pulau paling depan lagi di Natuna, disana akan kami lengkapi dengan drone. Keamanan laut menjadi perhatian khusus oleh pemerintah dalam hal ini Kemhan," kata Ryamizad.

Ia menjelaskan, di Pulau Sekatung  ada 20 orang personel TNI AD dan marinir, saat ini personel yang ada sudah bertugas 6 bulan dengan baik, namun masih dalam keterbatasan.

"Dari apa yang sudah kita lihat, maka perlu lengkapi dengan alat yang canggih. Kalau saat ini pemantauan di sana sangat terbatas, hanya dengan 20 personel TNI," terang dia.

Selain itu kata dia, untuk mendukung pertahanan TNI di wilayah Natuna lima pesawat tempur dan tiga kapal perang juga akan di tempat, termasuk satu batalion Artileri Medan (Armed) yang di rencanakan akan ditempatkan di Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.

"Tidak hanya itu, pesawat tempur dan kapal perang juga akan kita tempatkan di Natuna. Ini tidak lain adalah untuk memperkuat daerah diperbatasan NKRI. Satu Batalion Armed juga akan kita tempatkan di Natuna ini.," kata dia lagi.

Terkait fasilitas yang masih minim, misalnya landasan pacu di Bandar Udara Ranai, di jelaskan dia, akan segera mungkin di perlebar dan di aspal.

"Kalau panjang landasan sudah cukup, hanya saja yang perlu ditambah adalah lebar dan aspal. Untuk lebar masih kurang minimal dua pesawat bisa lending secara bersamaan, saat ini landasan juga sudah banyak yang berlubang. Dan kita instruksikan untuk segera diperbaiki," jelasnya.

Terkait telekomunikasi yang masih kurang di Natuna tutur dia, akan segera dikoordinasikan dengan Kemenhub, tidak cuma di Natuna saja, namun di setiap perbatasan seperti di Kalimantan, Papua dan lain-lainnya, semuanya dilrngkapi.

"Semua daerah di perbatasan menjadi perhatian serius oleh pemerintah, tidak cuma di Natuna saja, namun di setiap perbatasan seperti di Kalimantan, Papua dan daerah lain-lainnya," pungkas Menteri. (Antara)

Editor: Rusdianto