Empat Opsi "FTZ" Batam Dibahas Menko Perekonomian
Selasa, 5 Januari 2016 2:37 WIB
Batam (Antara Kepri) - Setidaknya empat opsi rencana pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas Batam ke depan dibahas dalam fokus grup yang digelar di Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, beberapa kali.
Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Batam Syuzairi di Batam, Kepulauan Riau, Senin, menyatakan beberapa alternatif yang terungkap dalam diskusi adalah BP Kawasan Batam disatukan dengan Pemkot Batam, "FTZ" dirubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, pemberlakuan ekonomi khusus dan menjadikan BP Batam sebagai BUMN.
"Kalau di Kemenko sifatnya FGD. Hasil FGD diserahkan ke LPM UI untuk direkomendasikan ke Presiden," ucap Syuzairi.
Opsi pertama, BP Batam merger dengan Pemkot Batam, mengurus investasi di kota industri. Dengan begitu, maka tidak ada lagi dualisme pemerintahan, terutama dalam perizinan investasi. Pilihan kedua, FTZ dirubah menjadi KEK.
"Kalau KEK maka investasi di bawah pemda," kata dia, tanpa menjelaskan posisi BP Kawasan bila Batam menjadi KEK.
Alternatif ketiga, Batam dijadikan otonomi khusus, dengan mengatur kewenangan Pemkot dan BP Batam.
"BUMN, salah satu yang saya usulkan, karena BP Kawasan sifatnya bisnis, saya usulkan dikelola sebabai BUMN atau badan usaha," tutur dia.
Terpisah, Direktur Arus Lalu Lintas Barang, BP Kawasan Batam, Tri Novianta Putra mengatakan lembaga itu tidak sesui bila menjadi BUMN.
Ia menyatakan saat ini BP Kawasan Batam berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang mengurus segala hal terkait industri. Sedangkan BUMN hanya memiliki satu fokus bidang demi mencari keuntungan.
"Kalau BUMN, kami tidak bisa bangun jalan dan fasilitas lain. Karena orientasinya profit dan hanya satu bidang," ucapnya.
Jika menjadi BUMN, maka banyak tanggung jawab BP Kawasan yang harus dilepas, di antaranya membangun jalan, mendukung Politeknik Batam, menjalankan Rumah Sakit dan lainnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Batam Syuzairi di Batam, Kepulauan Riau, Senin, menyatakan beberapa alternatif yang terungkap dalam diskusi adalah BP Kawasan Batam disatukan dengan Pemkot Batam, "FTZ" dirubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, pemberlakuan ekonomi khusus dan menjadikan BP Batam sebagai BUMN.
"Kalau di Kemenko sifatnya FGD. Hasil FGD diserahkan ke LPM UI untuk direkomendasikan ke Presiden," ucap Syuzairi.
Opsi pertama, BP Batam merger dengan Pemkot Batam, mengurus investasi di kota industri. Dengan begitu, maka tidak ada lagi dualisme pemerintahan, terutama dalam perizinan investasi. Pilihan kedua, FTZ dirubah menjadi KEK.
"Kalau KEK maka investasi di bawah pemda," kata dia, tanpa menjelaskan posisi BP Kawasan bila Batam menjadi KEK.
Alternatif ketiga, Batam dijadikan otonomi khusus, dengan mengatur kewenangan Pemkot dan BP Batam.
"BUMN, salah satu yang saya usulkan, karena BP Kawasan sifatnya bisnis, saya usulkan dikelola sebabai BUMN atau badan usaha," tutur dia.
Terpisah, Direktur Arus Lalu Lintas Barang, BP Kawasan Batam, Tri Novianta Putra mengatakan lembaga itu tidak sesui bila menjadi BUMN.
Ia menyatakan saat ini BP Kawasan Batam berstatus sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang mengurus segala hal terkait industri. Sedangkan BUMN hanya memiliki satu fokus bidang demi mencari keuntungan.
"Kalau BUMN, kami tidak bisa bangun jalan dan fasilitas lain. Karena orientasinya profit dan hanya satu bidang," ucapnya.
Jika menjadi BUMN, maka banyak tanggung jawab BP Kawasan yang harus dilepas, di antaranya membangun jalan, mendukung Politeknik Batam, menjalankan Rumah Sakit dan lainnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PKS buka opsi meninggalkan Anies, PDI Perjuangan: Kehidupan demokrasi tak sehat
08 August 2024 19:26 WIB, 2024
PKS buka opsi tinggalkan Anies dan bergabung ke KIM usung Ridwan Kamil
08 August 2024 13:55 WIB, 2024
Din Syamsuddin sambut opsi Wapres tempatkan para pengungsi Rohingya di Pulau Galang
07 December 2023 16:58 WIB, 2023
Sandiaga buka opsi penurunan harga tiket transportasi umum jelang akhir tahun
13 October 2023 14:02 WIB, 2023
KPK buka opsi periksa Muhaimin Iskandar terkait dugaan korupsi di Kemenaker
02 September 2023 6:33 WIB, 2023
Panglima TNI pastikan negosiasi menjadi opsi utama dala, pembebasan pilot Susi Air
30 June 2023 18:38 WIB, 2023
Terpopuler - Info BP Batam
Lihat Juga
Pemda DIY apresiasi partisipasi BP Batam di pameran Jogja TCTI 2021
28 November 2021 10:03 WIB, 2021
BP Batam sosialisasikan pengembangan infrastruktur kawasan dan destinasi wisata di Bogor
24 October 2021 11:23 WIB, 2021