Legislator Bantah Perpecahan Sebabkan APBD Batal Disahkan
Kamis, 7 Januari 2016 4:57 WIB
Lingga (Antara Kepri) - Zakaria, anggota DPRD Lingga dari Fraksi PKS, membantah isu gagalnya pengesahan APBD 2016 karena adanya perpecahan di antara anggota DPRD.
Sebelumnya telah tersebar isu gagalnya pengesahan APBD 2016, karena perbedaan dua kubu di legislatif, dimana salah satu kubu menuntut biaya Rp1,5 milyir per anggota untuk dimasukkan dalam APBD murni 2016.
Sementara kubu lain yang berbeda pandangan, memilih tidak menghadiri rapat paripurna tersebut.
"Sampai hari ini, 20 anggota DPRD Lingga masih solid. Isu itu tidak benar. Masalahnya karena ada miskomunikasi anggota legislatif terkait agenda pengesahan APBD 2016," kata dia, Senin siang.
Namun yang jelas, seluruh anggota DPRD meminta Eksekutif membayarkan tunggakan yang belum dibayarkan oleh Pemkab Lingga kepada 20 Anggota DPRD.
"Anggaran yang diminta anggota itu adalah anggaran untuk SPPD (perjalanan dinas), Dana Banleg, dan beberapa anggaran yang menjadi Hak anggota DPRD pada tahun 2015, yang belum dibayarkan sekitar Rp2,2 miliar lebih totalnya, " Kata dia.
Menurutnya, sampai hari ini 20 anggota DPRD Lingga masih solid. Semua memuntut hak yang sama. Namun, pada tanggal 31 Desember yang lalu terjadi miskomunikasi antar anggota DPRD, apalagi saat itu merupakan libur akhir tahun.
"Waktu itu kita tidak tahu alasan yang jelas dari mereka yang tidak datang, tapi hal itu tidak akan menjadi perpecahan di DPRD, kita masih solid untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat," ungkapnya.
Sementara menanggapi terkait sanksi keterlambatan pengesahan APBD tahun 2016, para anggota DPRD Lingga ini berharap ada toleransi dari Gubernur Kepri. Hal itu mengingat semua tahapan yang diatur dalam Permendagri tentang penyusunan APBD tersebut sudah dilaksanakan. Dan pada tanggal 31 Desember lalu, DPRD Lingga tinggal mengesahkan saja.
"Kita tinggal mengesahkan, semua tahapan sudah dilaksanakan, dan pembahasan pun sudah selesai," ujarnya.
Namun untuk jadwal pengesahan APBD 2016, ia belum dapat memastikan apakah bakal disahkan atau tidak pada hari ini (Senin). Karna hari ini sesama anggota DPRD masih menjalin Komunikasi. "Anggaran yang akan kita sahkan dari draft sudah ada sebesar Rp754 miliar lebih," tutupnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Sebelumnya telah tersebar isu gagalnya pengesahan APBD 2016, karena perbedaan dua kubu di legislatif, dimana salah satu kubu menuntut biaya Rp1,5 milyir per anggota untuk dimasukkan dalam APBD murni 2016.
Sementara kubu lain yang berbeda pandangan, memilih tidak menghadiri rapat paripurna tersebut.
"Sampai hari ini, 20 anggota DPRD Lingga masih solid. Isu itu tidak benar. Masalahnya karena ada miskomunikasi anggota legislatif terkait agenda pengesahan APBD 2016," kata dia, Senin siang.
Namun yang jelas, seluruh anggota DPRD meminta Eksekutif membayarkan tunggakan yang belum dibayarkan oleh Pemkab Lingga kepada 20 Anggota DPRD.
"Anggaran yang diminta anggota itu adalah anggaran untuk SPPD (perjalanan dinas), Dana Banleg, dan beberapa anggaran yang menjadi Hak anggota DPRD pada tahun 2015, yang belum dibayarkan sekitar Rp2,2 miliar lebih totalnya, " Kata dia.
Menurutnya, sampai hari ini 20 anggota DPRD Lingga masih solid. Semua memuntut hak yang sama. Namun, pada tanggal 31 Desember yang lalu terjadi miskomunikasi antar anggota DPRD, apalagi saat itu merupakan libur akhir tahun.
"Waktu itu kita tidak tahu alasan yang jelas dari mereka yang tidak datang, tapi hal itu tidak akan menjadi perpecahan di DPRD, kita masih solid untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat," ungkapnya.
Sementara menanggapi terkait sanksi keterlambatan pengesahan APBD tahun 2016, para anggota DPRD Lingga ini berharap ada toleransi dari Gubernur Kepri. Hal itu mengingat semua tahapan yang diatur dalam Permendagri tentang penyusunan APBD tersebut sudah dilaksanakan. Dan pada tanggal 31 Desember lalu, DPRD Lingga tinggal mengesahkan saja.
"Kita tinggal mengesahkan, semua tahapan sudah dilaksanakan, dan pembahasan pun sudah selesai," ujarnya.
Namun untuk jadwal pengesahan APBD 2016, ia belum dapat memastikan apakah bakal disahkan atau tidak pada hari ini (Senin). Karna hari ini sesama anggota DPRD masih menjalin Komunikasi. "Anggaran yang akan kita sahkan dari draft sudah ada sebesar Rp754 miliar lebih," tutupnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022