Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai tidak tetap yang bertugas di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau masih perlu beradaptasi dengan sistem absensi elektronik (finger print), kata anggota DPRD setempat, Ing Iskandarsyah.
"Pelaksanaan sistem absensi itu langkah maju yang dilakukan pemerintah, seharusnya didukung semua pihak untuk meningkatkan disiplin pegawai. Mungkin sekarang berpolemik lantaran masih adaptasi," ujarnya di Tanjungpinang, Senin.
Iskandar yang juga Wakil Ketua PKS Kepri itu mengatakan "finger print" bukan hal baru di instansi pemerintahan. Bahkan perusahaan swasta juga menggunakan sistem absensi elektronik seperti itu, karena dinilai lebih baik dibanding manual.
Sistem itu sebenarnya dibangun sebagai jawaban atas pertanyaan kritis sekaligus keinginan masyarakat agar seluruh pegawai bekerja optimal, tidak hanya duduk di kedai kopi pada saat jam kerja dan menerima gaji setiap bulan.
"Finger print" juga seharusnya tidak dijadikan seperti beban yang harus dilaksanakan setiap pagi dan sore, melainkan kewajiban yang wajib dilaksanakan sebagai pelayan masyarakat.
"Saya rasa tidak perlu dipersoalkan. Sistem ini sudah tepat dibangun agar ASN memberi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, dan melaksanakan tugas tepat waktu dan tepat sasaran," ujarnya, yang juga Ketua Komisi II DPRD Kepri.
Iskandar juga mendesak pemerintah untuk memaksimalkan sistem itu, jangan sampai merugikan pegawai seperti keterlambatan pembayaran gaji atau pun tunjangan.
"Hak ASN harus diberikan tepat waktu. Jadi hak dan kewajiban berjalan dengan baik," tegasnya.
Sementara terkait rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terhadap hasil penilaian panitia seleksi terhadap peserta lelang jabatan eselon II, Iskandar mengatakan sebaiknya permasalahan itu tidak dipolemikkan.
"Beri kesempatan kepada Pemprov Kepri untuk menyelesaikan permasalahan internalnya. Kami akan mengawasinya," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Antara, banyak ASN dan pegawai tidak tetap yang sampai sekarang belum menerima gaji dan tunjangan Maret 2017.
Selain itu, sejumlah pegawai juga merasa keberatan harus pagi-pagi datang ke kantor hanya untuk mengisi absen. Ada pula oknum pegawai yang tidak mengenakan pakaian dinas ke kantor hanya untuk absen.(Antara)