Batam (Antara Kepri) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menunggu hasil uji laboratorium terkait temuan gula yang diduga rafinasi saat inspeksi mendadak Tim Satuan Tugas Pangan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Batam.
"Masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Masih lidik," kata Kasubdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Feby DP Hutagalung di Batam, Kamis.
Ia mengatakan pemeriksaan untuk memastikan gula tersebut murni rafinasi atau campuran dengan gula kristal masih terkendala karena Laboratorium BPOM Kepri belum memiliki alatnya.
"Jadi sampelnya dikirim untuk diperiksa laboratorium di Jakarta sehingga prosesnya lebih lama dibanding kalau bisa dilaksanakan di Batam," kata dia.
Meskipun masih menunggu hasil laboratorium, kata dia, namun timnya terus melakukan penyelidikan atas temuan gula tersebut pada dua toko di Pasar Tos 3000 Batam.
"Kami akan melakukan pengawasan agar masyarakat tidak dirugikan atas barang-barang yang tidak seharusnya beredar tersebut," kata Feby.
Gula diduga rafinasi tersebut ditemukan Satgas Pangan yang dipimpin Direskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto saat sidak di Pasar Tos 3000 Jodoh, Batam, menjelang Ramadhan.
Gula rafinasi sesuai dengan aturan Kementerian Perdagangan hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman. Gula jenis tersebut tidak diizinkan untuk diedarkan ke masyarakat.
Bila beredar dan dikonsumsi masyarakat gula rafinasi dapat mengakibatkan sejumlah penyakit seperti osteoporosis dan diabetes.
Selain menemukan gula rafinasi, petugas Satgas Pangan juga menemukan bumbu kemasan ketumbar bubuk yang diduga sudah kadaluwarsa dan selanjutnya diamankan.
"Kami akan melakukan pengawasan agar harga tetap stabil dan masyarakat tidak dirugikan jika ada peredaran barang berbahaya atau dilarang beredar," kata Budi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Polda Tunggu Hasil Uji Laboratorium Gula Rafinasi
Kamis, 1 Juni 2017 21:58 WIB
Pewarta : Larno
Editor :
Copyright © ANTARA 2026