Gerindra Berharap Gubernur Segera Rapat Tetapkan Cawagub
Jumat, 20 Oktober 2017 20:51 WIB
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Gerakan Indonesia Raya berharap Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun segera menggelar rapat bersama pengurus partai pengusung untuk menetapkan seorang calon wakil gubernur yang menggantikan Agus Wibowo.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat mengatakan, sampai sekarang Gubernur Nurdin belum pernah mengundang pengurus partai pengusung untuk menetapkan cawagub yang akan menjadi lawan politik Isdianto.
"Harus didudukkan, karena ada tiga nama yang berbeda yang direkomendasikan partai pengusung. Gubernur punya kapasitas untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan itu," ujarnya, yang juga anggota Panitia Pemilih Wagub Kepri.
Saat ini hanya Isdianto yang memenuhi persyaratan sebagai cawagub setelah dua pekan panitia pemilih memberi waktu kepadanya dan Agus Wibowo untuk melengkapi persyaratan pencalonan. Sementara Agus Wibowo dinyatakan gugur sebagai bakal cawagub karena tidak memenuhi persyaratan hingga dua pekan batas waktu yang diberikan panitia pemilih.
Onward menegaskan gubernur tidak dapat mengusulkan atas keinginan sendiri untuk menggantikan Agus Wibowo sebagaimana yang diminta oleh panitia pemilih. Gubernur sendiri diberi waktu selama 14 hari untuk mengusulkan kembali nama satu orang cawagub tersebut.
Usulan gubernur itu harus sesuai dengan rekomendasi partai pengusung yakni Partai Demokrat, Nasdem, Gerindra, PKB dan PPP. Seluruh partai pengusung wajib merekomendasikan dua nama bakal cawagub.
Seluruh partai pengusung sepakat merekomendasikan Isdianto sebagai cawagub, namun satu nama lainnya berbeda. Partai Demokrat merekomendasikan Isdiando dan Agus Wibowo, Gerindra Isdianto dan Fauzi Bahar, PPP Isdianto, Fauzi Bahar dan Mustafa Widjaja, Nasdem Isdianto dan Rini Fitrianti, sedangkan PKB merekomendasikan Isdianto dan Mustafa Widjaja.
Terkait perbedaan rekomendasi itu, Onward mengatakan hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan jika tidak segera didiskusikan dan diputuskan bersama. Jika terjadi permasalahan, kata dia berkemungkinan proses pemilihan cawagub memakan waktu yang lama.
"Ada perbedaan keinginan, seperti Gerindra sampai sekarang merekomendasikan Fauzi Bahar, tetapi kami akan melihat perkembangan dalam rapat dengan partai pengusung," ucapnya.
Partai pengusung lainnya, seperti Demokrat dan PPP juga menginginkan gubernur segera menyelesaikan permasalahan itu. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan itu yakni rapat bersama partai pengusung dalam waktu cepat.
Ketua DPW PPP Kepri Syarapudin Aluan mendesak Gubernur Nurdin merespons permasalahan itu dengan cepat. Ia tidak mengetahui alasan gubernur sampai sekarang belum mendudukkan permasalahan itu dengan partai pengusung.
"Ya, kita sama-sama tahulah kenapa sampai sekarang gubernur belum duduk bersama partai pengusung. Tetapi percayalah, ini diawasi oleh masyarakat," kata anggota Fraksi Demokrat DPRD Kepri Hotman Hutapea, yang juga Ketua Panitia Pemilih Wagub Kepri.(Antara)
Editor: Dedi
Sekretaris DPD Partai Gerindra Kepri Onward Siahaan yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat mengatakan, sampai sekarang Gubernur Nurdin belum pernah mengundang pengurus partai pengusung untuk menetapkan cawagub yang akan menjadi lawan politik Isdianto.
"Harus didudukkan, karena ada tiga nama yang berbeda yang direkomendasikan partai pengusung. Gubernur punya kapasitas untuk memfasilitasi penyelesaian permasalahan itu," ujarnya, yang juga anggota Panitia Pemilih Wagub Kepri.
Saat ini hanya Isdianto yang memenuhi persyaratan sebagai cawagub setelah dua pekan panitia pemilih memberi waktu kepadanya dan Agus Wibowo untuk melengkapi persyaratan pencalonan. Sementara Agus Wibowo dinyatakan gugur sebagai bakal cawagub karena tidak memenuhi persyaratan hingga dua pekan batas waktu yang diberikan panitia pemilih.
Onward menegaskan gubernur tidak dapat mengusulkan atas keinginan sendiri untuk menggantikan Agus Wibowo sebagaimana yang diminta oleh panitia pemilih. Gubernur sendiri diberi waktu selama 14 hari untuk mengusulkan kembali nama satu orang cawagub tersebut.
Usulan gubernur itu harus sesuai dengan rekomendasi partai pengusung yakni Partai Demokrat, Nasdem, Gerindra, PKB dan PPP. Seluruh partai pengusung wajib merekomendasikan dua nama bakal cawagub.
Seluruh partai pengusung sepakat merekomendasikan Isdianto sebagai cawagub, namun satu nama lainnya berbeda. Partai Demokrat merekomendasikan Isdiando dan Agus Wibowo, Gerindra Isdianto dan Fauzi Bahar, PPP Isdianto, Fauzi Bahar dan Mustafa Widjaja, Nasdem Isdianto dan Rini Fitrianti, sedangkan PKB merekomendasikan Isdianto dan Mustafa Widjaja.
Terkait perbedaan rekomendasi itu, Onward mengatakan hal itu berpotensi menimbulkan permasalahan jika tidak segera didiskusikan dan diputuskan bersama. Jika terjadi permasalahan, kata dia berkemungkinan proses pemilihan cawagub memakan waktu yang lama.
"Ada perbedaan keinginan, seperti Gerindra sampai sekarang merekomendasikan Fauzi Bahar, tetapi kami akan melihat perkembangan dalam rapat dengan partai pengusung," ucapnya.
Partai pengusung lainnya, seperti Demokrat dan PPP juga menginginkan gubernur segera menyelesaikan permasalahan itu. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan itu yakni rapat bersama partai pengusung dalam waktu cepat.
Ketua DPW PPP Kepri Syarapudin Aluan mendesak Gubernur Nurdin merespons permasalahan itu dengan cepat. Ia tidak mengetahui alasan gubernur sampai sekarang belum mendudukkan permasalahan itu dengan partai pengusung.
"Ya, kita sama-sama tahulah kenapa sampai sekarang gubernur belum duduk bersama partai pengusung. Tetapi percayalah, ini diawasi oleh masyarakat," kata anggota Fraksi Demokrat DPRD Kepri Hotman Hutapea, yang juga Ketua Panitia Pemilih Wagub Kepri.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Niko Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Partai Gerindra sebut Rahayu Saraswati mundur untuk jadi menteri hanya isu dan spekulasi
11 September 2025 16:12 WIB
Idrus Marham sebut ada pihak ingin adu domba Golkar-Gerindra terkait isu LPG 3 kg
08 February 2025 8:56 WIB, 2025
KPU Kepri sebut lima parpol bisa ajukan calon kepala daerah tanpa koalisi
27 August 2024 8:34 WIB, 2024