DPRD Kepri: Poskamling perlu diaktifkan cegah terorisme
Minggu, 13 Mei 2018 19:26 WIB
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak bersama Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi. (Antaranews Kepri/Humas Sekretariat DPRD Kepri)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan Pos Pengamanan Lingkungan (Poskamling) perlu diaktifkan kembali untuk mencegah aksi teroris dan kejahatan lainnya.
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, penguatan pengamanan perlu melibatkan warga sehingga poskamling perlu diaktifkan kembali.
"Sekarang banyak poskamling tetapi tidak ada warga yang jaga malam secara bergiliran. Nanti kalau ada aksi kejahatan, baru sibuk jaga malam. Sebaiknya, ada atau tidak ada aksi kejahatan, poskamling tetap dijaga," katanya.
Sementara di seluruh rumah ibadah juga perlu dijaga ketat. Ia mendukung pihak kepolisian memeriksa seluruh orang yang ingin masuk gereja.
Pihak kepolisian memiliki standar operasi dalam mencegah aksi teroris. Mereka juga memiliki peralatan yang canggih dalam mendeteksi barang yang dibawa oleh orang-orang yang ingin masuk gereja.
"Yang paling penting, kenyamanan warga yang ingin beribadah di gereja tetap diutamakan," kata Jumaga.
Jumaga mengemukakan dalam kondisi seperti sekarang ini, kecurigaan harus ditingkatkan, terutama terhadap orang asing atau orang yang tidak dikenal.
"Kita tidak pernah tahu apa isi tas atau isi helm orang sehingga memang harus diperiksa," kata dia.
Jumaga juga mengucapkan belasungkawa terhadap korban yang meninggal dunia dalam peristiwa pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya tadi pagi. Ia berharap aksi itu tidak terjadi lagi di Indonesia.
"Kami berharap aksi itu tidak terjadi di Kepri," tegasnya.
Ia minta aparat yang berwenang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah aksi teroris dan radikal.
"Penanggulangan terorisme dan radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat yang berwenang, melainkan masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan, penguatan pengamanan perlu melibatkan warga sehingga poskamling perlu diaktifkan kembali.
"Sekarang banyak poskamling tetapi tidak ada warga yang jaga malam secara bergiliran. Nanti kalau ada aksi kejahatan, baru sibuk jaga malam. Sebaiknya, ada atau tidak ada aksi kejahatan, poskamling tetap dijaga," katanya.
Sementara di seluruh rumah ibadah juga perlu dijaga ketat. Ia mendukung pihak kepolisian memeriksa seluruh orang yang ingin masuk gereja.
Pihak kepolisian memiliki standar operasi dalam mencegah aksi teroris. Mereka juga memiliki peralatan yang canggih dalam mendeteksi barang yang dibawa oleh orang-orang yang ingin masuk gereja.
"Yang paling penting, kenyamanan warga yang ingin beribadah di gereja tetap diutamakan," kata Jumaga.
Jumaga mengemukakan dalam kondisi seperti sekarang ini, kecurigaan harus ditingkatkan, terutama terhadap orang asing atau orang yang tidak dikenal.
"Kita tidak pernah tahu apa isi tas atau isi helm orang sehingga memang harus diperiksa," kata dia.
Jumaga juga mengucapkan belasungkawa terhadap korban yang meninggal dunia dalam peristiwa pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya tadi pagi. Ia berharap aksi itu tidak terjadi lagi di Indonesia.
"Kami berharap aksi itu tidak terjadi di Kepri," tegasnya.
Ia minta aparat yang berwenang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah aksi teroris dan radikal.
"Penanggulangan terorisme dan radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat yang berwenang, melainkan masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Pewarta : Nikolas Panama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Batam perkuat sinergi dengan TNI AU dalam pisah sambut Danlanud Hang Nadim
14 April 2026 14:35 WIB
DPRD Batam tunda pengesahan Ranperda PSU perumahan demi pendalaman substansi
16 March 2026 17:29 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB