Gubernur: Penyengat pulau religinya Kepri
Sabtu, 6 April 2019 16:49 WIB
Gubernur Nurdin saat membuka Tasmi' 30 juz Santri Pulau Tahfiz usai safari subuh di Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat, Tanjungpinang, Jumat (5/4). (Antaranews Kepri/Foto. Humas Pemprov Kepri)
Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur H Nurdin Basirun berharap sejarah besar yang dimiliki Pulau Penyengat dengan mengangkat pariwisata religinya semakin bersinar. Apalagi disandingkan pula dengan kearifan lokal yang dimiliki dapat semakin terbukti nyata tumbuh berkembangnya.
"Mari bersama mutiara Pulau Penyengat ini kita buat menjadi lebih terang benderang, kita terus dorong menjadi Pulau Tahfiz,” ujar Nurdin saat membuka Tasmi' 30 juz Santri Pulau Tahfiz usai safari subuh di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Tanjungpinang, Jumat (5/4).
Pemerintah sendiri menurut Nurdin merasa sangat penting untuk mendorong dan memacu pembangunan Pulau Penyengat menjadikan pulau tahfis tersebut. Karena Pulau Penyengat adalah aset yang sangat berharga dan kebanggaan Indonesia maupun dunia.
“Kita jadikan Penyengat sebagai ikon yang terus berkembang menjadi kebanggaan daerah di mata dunia,” lanjut Nurdin.
Nurdin yakin, bukan hal yang mustahil untuk menjadikan anak-anak penghafal alquran. Dengan sistem one day one ayat atau one juz, semua itu bisa. Pulau Penyengat ikut membangun karakter dan akidah serta sebagai pondasi yang kuat dan kokoh. Insya Allah keberkahan akan selalu hadir.
Nurdin pun berpesan agar masyarakat agar aktif untuk menjaga pulau penyengat ini dari sampah, agar hari ini sampai nantinya tidak ada lagi sampah-sampah di laut mau pun berserakan di darat.
"Pesan saya dengan masyarakat jangan minta jalan atau pun pembangunan lain kalau pondok tahfiz belum dibangun, dan tolong jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan,” pesan Nurdin.
Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadilah megajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong Pulau Penyengat agar dapat mengkokohkan diri sebagai sebagai pulau qurani. Sebagai bentuk amal jariyah bersama dalam pengembangan pulau tahfiz, didalam perhatian dan santunan untuk fasilitas santri.
"Pulau tahfiz ini untuk mengulang kembali kejayaan peradaban islam pada di pulau penyengat dahulu, yang mana sudah terbukti alquran besar yang ditulis tangan pemuda asli penyengat pada abad 18", imbau Arif.
Kemudian, Tokoh masyarakat penyengat Raja Hafis mengatakan kedepan anak-anak penyengat sendiripun dapat mengikuti pengembangan tahfiz ini, karena ini menjadikan contoh dalam berkehidupan sehari-hari.
"Jadikan kebiasaan di pondok menjadi kehidupan bermasyarakat, agar pengembangan sendiri tidak hilang sampai kapanpun", kata Hafis.
Dalam data yang disampaikan oleh panitia pelaksana Rully Attaki, jumlah santri pada angkatan pertama sendiri sebanyak 1.056 orang dan yang terseleksi sebanyak 14 santri yang telah menyelesaikan program 6 bulan, namun tidak langsung kembali ke daerah asalnya, tapi selama 6 bulan kedepan disebar di Pulau Penyengat untuk mengajarkan alquran kepada anak-anak di Pulau Penyengat. Panita juga membuka kembali program Karantina Tahfidz Alquran untuk angkatan kedua dan yang mendaftar hingga saat ini telah mencapai 1.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.
“Kami mengajak kepada Bapak/Ibu yang memiliki Rumah Layak Pakai di Pulau Penyengat yang tidak digunakan, mari jadikan rumah tersebut sebagai Asrama Santri Tahfidz. Insyaallah ini akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala," kata Rully Attaki.
Kegiatan tersebut, setelah 6 bulan para Santri Tahfidz menghafal Alquran intensif di Pulau Penyengat akan dilakukan Tasmi' 30 Juz dan khataman pada Jum'at 5 April 2019 bertempat di Masjid Sultan. Dimulai dari Jum'at Subuh hingga Malam santri akan memperdengarkan hafalan alquran 30 juz dan di kesempatan ini juga pembagian sertifikat dan rekomendasi oleh Gubernur yang telah hafal 30 juz untuk masuk Universitas Islam Madinah dan bantuan untuk imam binaan Masjid Nur Ilahi.
"Mari bersama mutiara Pulau Penyengat ini kita buat menjadi lebih terang benderang, kita terus dorong menjadi Pulau Tahfiz,” ujar Nurdin saat membuka Tasmi' 30 juz Santri Pulau Tahfiz usai safari subuh di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Tanjungpinang, Jumat (5/4).
Pemerintah sendiri menurut Nurdin merasa sangat penting untuk mendorong dan memacu pembangunan Pulau Penyengat menjadikan pulau tahfis tersebut. Karena Pulau Penyengat adalah aset yang sangat berharga dan kebanggaan Indonesia maupun dunia.
“Kita jadikan Penyengat sebagai ikon yang terus berkembang menjadi kebanggaan daerah di mata dunia,” lanjut Nurdin.
Nurdin yakin, bukan hal yang mustahil untuk menjadikan anak-anak penghafal alquran. Dengan sistem one day one ayat atau one juz, semua itu bisa. Pulau Penyengat ikut membangun karakter dan akidah serta sebagai pondasi yang kuat dan kokoh. Insya Allah keberkahan akan selalu hadir.
Nurdin pun berpesan agar masyarakat agar aktif untuk menjaga pulau penyengat ini dari sampah, agar hari ini sampai nantinya tidak ada lagi sampah-sampah di laut mau pun berserakan di darat.
"Pesan saya dengan masyarakat jangan minta jalan atau pun pembangunan lain kalau pondok tahfiz belum dibangun, dan tolong jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan,” pesan Nurdin.
Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadilah megajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong Pulau Penyengat agar dapat mengkokohkan diri sebagai sebagai pulau qurani. Sebagai bentuk amal jariyah bersama dalam pengembangan pulau tahfiz, didalam perhatian dan santunan untuk fasilitas santri.
"Pulau tahfiz ini untuk mengulang kembali kejayaan peradaban islam pada di pulau penyengat dahulu, yang mana sudah terbukti alquran besar yang ditulis tangan pemuda asli penyengat pada abad 18", imbau Arif.
Kemudian, Tokoh masyarakat penyengat Raja Hafis mengatakan kedepan anak-anak penyengat sendiripun dapat mengikuti pengembangan tahfiz ini, karena ini menjadikan contoh dalam berkehidupan sehari-hari.
"Jadikan kebiasaan di pondok menjadi kehidupan bermasyarakat, agar pengembangan sendiri tidak hilang sampai kapanpun", kata Hafis.
Dalam data yang disampaikan oleh panitia pelaksana Rully Attaki, jumlah santri pada angkatan pertama sendiri sebanyak 1.056 orang dan yang terseleksi sebanyak 14 santri yang telah menyelesaikan program 6 bulan, namun tidak langsung kembali ke daerah asalnya, tapi selama 6 bulan kedepan disebar di Pulau Penyengat untuk mengajarkan alquran kepada anak-anak di Pulau Penyengat. Panita juga membuka kembali program Karantina Tahfidz Alquran untuk angkatan kedua dan yang mendaftar hingga saat ini telah mencapai 1.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.
“Kami mengajak kepada Bapak/Ibu yang memiliki Rumah Layak Pakai di Pulau Penyengat yang tidak digunakan, mari jadikan rumah tersebut sebagai Asrama Santri Tahfidz. Insyaallah ini akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala," kata Rully Attaki.
Kegiatan tersebut, setelah 6 bulan para Santri Tahfidz menghafal Alquran intensif di Pulau Penyengat akan dilakukan Tasmi' 30 Juz dan khataman pada Jum'at 5 April 2019 bertempat di Masjid Sultan. Dimulai dari Jum'at Subuh hingga Malam santri akan memperdengarkan hafalan alquran 30 juz dan di kesempatan ini juga pembagian sertifikat dan rekomendasi oleh Gubernur yang telah hafal 30 juz untuk masuk Universitas Islam Madinah dan bantuan untuk imam binaan Masjid Nur Ilahi.
Pewarta : Ogen
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Kepri paparkan capaian program Asta Cita di peringatan HUT ke-81 RI
17 August 2026 13:12 WIB
HUT 81 RI, Gubernur Kepri ajak masyarakat kenang jasa pahlawan Raja Ali Haji
17 August 2026 12:17 WIB
Gubernur sebut RSUD Kepri siap terapkan tarif layanan kesehatan berbasis "unit cost"
05 August 2026 11:32 WIB
Komisi II DPR: Perkuat sinergi antara pusat dan daerah dukung program nasional
08 July 2026 14:56 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov Kepri: Pengaduan warga di SP4N-LAPOR didominasi masalah pendidikan dan kesehatan
16 September 2026 15:18 WIB