Bekraf ingin kuliner Kepri "go international"
Kamis, 11 April 2019 18:53 WIB
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bekraf, Mariaman Purba menyampaikan mengenai program-program Bekraf kepada para peserta BYTE di Kota Batam, Provinsi Kepri. BYTE merupakan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang fokus pada optimalisasi strategi bisnis di era digital. (Antaranews Kepri/Messa Haris)
Batam (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menginginkan kuliner khas Provinsi Kepulauan Riau dapat dikenal luas oleh masyarakat tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bekraf, Mariaman Purba, di Batam, Kamis, mengatakan salah satu kuliner di Provinsi Kepulauan Riau yang bisa diangkat ke kancah internasional adalah gonggong.
"Makanan (gonggong) ini saya rasa hanya bisa ditemukan di sini," katanya.
Menurut dia, dari 16 subsektor di Bekraf, kuliner merupakan sektor yang paling tinggi menyumbangkan pemasukan ke negara mencapai 70 persen.
"Pendapatan domestik bruto dari sektor kuliner itu Rp 1.100 triliun," ujarnya. Kata dia, selain kuliner di Kota Batam produk kerajinan tangan dari laut juga dapat dikembangkan kembali hingga bisa menembus pasar internasional.
Kota Batam, kata dia, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga harus dibangun ekosistem penunjang pertumbuhan digital.
"Ini agar produk kuliner dan kerajinan tangan olahan Batam bisa lebih dikenal mancanegara dan Batam memiliki potensi pengusaha milenial," ujarnya.
Bekraf memberikan pelatihan kepada mahasiswa di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengenai kewirausahaan digital dalam program Bekraf Young Technology Entrepreneurs (BYTE).
BYTE merupakan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang fokus pada optimalisasi strategi bisnis di era digital.
Melalui pelatihan itu diharapkan kemampuan mahasiswa Kota Batam meningkat dan mampu mempertahankan hingga bersaing mengembangkan bisnisnya.
BYTE menargetkan sekitar tiga ratus pengusaha milenial dari lima kota yaitu Jember, Manado, Kupang, Batam dan Jayapura.(Antara)
Baca juga: Pameran kuliner tiga negara digelar di Batam
Baca juga: Produk Gonggong di Harganas Lampung Terjual Habis
Baca juga: BP Batam-Bekraf kerja sama pengembangan UMKM
Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bekraf, Mariaman Purba, di Batam, Kamis, mengatakan salah satu kuliner di Provinsi Kepulauan Riau yang bisa diangkat ke kancah internasional adalah gonggong.
"Makanan (gonggong) ini saya rasa hanya bisa ditemukan di sini," katanya.
Menurut dia, dari 16 subsektor di Bekraf, kuliner merupakan sektor yang paling tinggi menyumbangkan pemasukan ke negara mencapai 70 persen.
"Pendapatan domestik bruto dari sektor kuliner itu Rp 1.100 triliun," ujarnya. Kata dia, selain kuliner di Kota Batam produk kerajinan tangan dari laut juga dapat dikembangkan kembali hingga bisa menembus pasar internasional.
Kota Batam, kata dia, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sehingga harus dibangun ekosistem penunjang pertumbuhan digital.
"Ini agar produk kuliner dan kerajinan tangan olahan Batam bisa lebih dikenal mancanegara dan Batam memiliki potensi pengusaha milenial," ujarnya.
Bekraf memberikan pelatihan kepada mahasiswa di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengenai kewirausahaan digital dalam program Bekraf Young Technology Entrepreneurs (BYTE).
BYTE merupakan program pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswa yang fokus pada optimalisasi strategi bisnis di era digital.
Melalui pelatihan itu diharapkan kemampuan mahasiswa Kota Batam meningkat dan mampu mempertahankan hingga bersaing mengembangkan bisnisnya.
BYTE menargetkan sekitar tiga ratus pengusaha milenial dari lima kota yaitu Jember, Manado, Kupang, Batam dan Jayapura.(Antara)
Baca juga: Pameran kuliner tiga negara digelar di Batam
Baca juga: Produk Gonggong di Harganas Lampung Terjual Habis
Baca juga: BP Batam-Bekraf kerja sama pengembangan UMKM
Pewarta : Messa Haris
Editor : Rusdianto Syafruddin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kuliner khas Kepri catat rekor MURI, DKP dorong konsumsi ikan-ekonomi daerah
24 October 2025 17:38 WIB
Mencicipi paduan gurih sagu, kelapa dan ikan tongkol jadi satu di Tabel Mando
20 October 2025 12:14 WIB
Kemenkum Kepri: Pulau Penyengat berpotensi jadi wisata berbasis kekayaan intelektual
13 July 2025 16:22 WIB
210 UMKM kuliner di Batam terima sertifikat halal gratis sepanjang 2024
21 January 2025 8:26 WIB, 2025
Gubernur Kepri sebut bazar Imlek Kota Tua jadi destinasi wisata kuliner
22 January 2024 14:47 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB