Mahasiswi Padang kampanyekan keadilan perempuan
Minggu, 16 Februari 2020 14:25 WIB
Mahasiswa di Padang gelar aksi tegakkan keadilan terhadap perempuan di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang, Minggu (16/2/2020). ANTARA/Laila Syafarud
Padang (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang berasal dari salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang menggelar aksi untuk menegakkan keadilan terhadap perempuan di Padang, Sumatera Barat.
Seorang peserta aksi, Dila Rahayu, di Padang, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut untuk mengampanyekan keadilan terhadap perempuan.
Ia menyebut sering sekali terjadi kasus pelecehan seksual di Indonesia, termasuk di Sumbar.
Ia menyampaikan hal itu saat aksi tentang ruang aman bagi perempuan dan bebas dari kekerasan seksual, ketika kegiatan bebas berkendaraan atau Car Free Day (CFD) di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang.
Ia berharap, melalui kegiatan aksi tersebut kekerasan seksual terhadap perempuan tidak terjadi lagi.
"Semoga ke depannya perlindungan terhadap perempuan lebih ditingkatkan lagi," kata Dila yang juga mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara di perguruan tinggi di kota itu.
Lebih lanjut ia mengatakan kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan dewasa saja.
Namun, kata dia, tindakan tersebut juga terjadi pada anak-anak.
"Kasus tersebut sudah marak sekali diberitakan dan sudah merajalela. Bahkan juga merenggut korban yang berusia di bawah umur," kata dia.
Seorang warga setempat yang menyaksikan kegiatan itu, Putri (24), berharap, aksi mereka dapat tersampaikan ke masyarakat banyak.
"Semoga kekerasan seksual terhadap perempuan ke depannya tidak terjadi lagi. Perempuan itu memang harus dijaga karena di Minangkabau perempuan merupakan 'limpapeh rumah gadang'," kata dia yang tengah menikmati jalan santai di CFD di Jalan Katib Sulaiman Kota Padang.
Seorang peserta aksi, Dila Rahayu, di Padang, Minggu, mengatakan kegiatan tersebut untuk mengampanyekan keadilan terhadap perempuan.
Ia menyebut sering sekali terjadi kasus pelecehan seksual di Indonesia, termasuk di Sumbar.
Ia menyampaikan hal itu saat aksi tentang ruang aman bagi perempuan dan bebas dari kekerasan seksual, ketika kegiatan bebas berkendaraan atau Car Free Day (CFD) di Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang.
Ia berharap, melalui kegiatan aksi tersebut kekerasan seksual terhadap perempuan tidak terjadi lagi.
"Semoga ke depannya perlindungan terhadap perempuan lebih ditingkatkan lagi," kata Dila yang juga mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara di perguruan tinggi di kota itu.
Lebih lanjut ia mengatakan kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan dewasa saja.
Namun, kata dia, tindakan tersebut juga terjadi pada anak-anak.
"Kasus tersebut sudah marak sekali diberitakan dan sudah merajalela. Bahkan juga merenggut korban yang berusia di bawah umur," kata dia.
Seorang warga setempat yang menyaksikan kegiatan itu, Putri (24), berharap, aksi mereka dapat tersampaikan ke masyarakat banyak.
"Semoga kekerasan seksual terhadap perempuan ke depannya tidak terjadi lagi. Perempuan itu memang harus dijaga karena di Minangkabau perempuan merupakan 'limpapeh rumah gadang'," kata dia yang tengah menikmati jalan santai di CFD di Jalan Katib Sulaiman Kota Padang.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD ingatkan titik macet di Sumbar tidak hanya jalur Padang-Bukittinggi
10 April 2023 12:35 WIB, 2023
17 rumah di Padang Pariaman Sumatera Barat rusak dihantam angin puting beliung
30 December 2022 17:41 WIB, 2022
Padang Pariaman alami 11 bencana alam pada periode 2-13 November 2022 akibat cuaca ekstrim
14 November 2022 17:44 WIB, 2022
Bayi kembar siam dua kepala satu badan dirujuk ke RSUP dr M Djamil Padang
22 September 2022 15:12 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB