Distribusi daging beku impor terhambat pandemi
Kamis, 23 Juli 2020 17:39 WIB
Plt Gubernur Kepri Isdianto dan jajaran saat memantau gudang Bulog Subdivre Tanjungpinang belum lama ini. (Ogen)
Tanjungpinang (ANTARA) - Bulog Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku kehabisan stok daging beku impor dari India karena distribusi terhambat oleh pandemi COVID-19.
"Daging beku sudah habis sejak lebaran Idul Fitri kemarin (2020)," kata Kepala Bulog Suvdivre Tanjungpinang Parluhutan Siregar, Selasa (21/7).
Pihaknya sudah mengajukan permintaan sepuluh ton daging beku untuk pasokan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha 2020, terutama di Pulau Bintan, yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Namun ia tidak bisa memprediksi kapan waktu pendistribusiannya sebab, baik India maupun Indonesia sama-sama terkena dampak wabah COVID-19.
"Kami sudah berkoordinasi ke Pemerintah Pusat, tapi memang pendistribusian daging beku dari India ke pelabuhan bongkar muat di Jakarta belum lancar akibat pandemi," tegasnya.
Parluhutan menyampaikan bahwa tingkat konsumsi daging beku di Pulau Bintan masih rendah karena mungkin banyak masyarakat yang belum tahu kalau Bulog punya produk bisnis daging beku. Bisa jadi pula minat warga setempat buat membeli daging beku memang kurang/rendah.
"Normalnya, konsumsi daging beku warga di sini hanya sekitar satu ton per bulan. Kalau kami pesan sepuluh ton, maka habis dijual sekitar sepuluh bulan," imbuhnya.
Selain itu, Parluhutan menjamin stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, dan tepung terigu, cukup dan aman hingga enam bulan ke depan.
"Saat ini terdapat 2.700 ton beras, enam ton minyak goreng, dan enam ton tepung terigu yang tersimpan di gudang bulog, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
"Daging beku sudah habis sejak lebaran Idul Fitri kemarin (2020)," kata Kepala Bulog Suvdivre Tanjungpinang Parluhutan Siregar, Selasa (21/7).
Pihaknya sudah mengajukan permintaan sepuluh ton daging beku untuk pasokan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha 2020, terutama di Pulau Bintan, yakni Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Namun ia tidak bisa memprediksi kapan waktu pendistribusiannya sebab, baik India maupun Indonesia sama-sama terkena dampak wabah COVID-19.
"Kami sudah berkoordinasi ke Pemerintah Pusat, tapi memang pendistribusian daging beku dari India ke pelabuhan bongkar muat di Jakarta belum lancar akibat pandemi," tegasnya.
Parluhutan menyampaikan bahwa tingkat konsumsi daging beku di Pulau Bintan masih rendah karena mungkin banyak masyarakat yang belum tahu kalau Bulog punya produk bisnis daging beku. Bisa jadi pula minat warga setempat buat membeli daging beku memang kurang/rendah.
"Normalnya, konsumsi daging beku warga di sini hanya sekitar satu ton per bulan. Kalau kami pesan sepuluh ton, maka habis dijual sekitar sepuluh bulan," imbuhnya.
Selain itu, Parluhutan menjamin stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng, dan tepung terigu, cukup dan aman hingga enam bulan ke depan.
"Saat ini terdapat 2.700 ton beras, enam ton minyak goreng, dan enam ton tepung terigu yang tersimpan di gudang bulog, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyelundupan 77 ton daging, Polda Kepri tetapkan pemilik kapal dan nahkoda jadi tersangka
27 February 2026 9:32 WIB
Polda Kepri mengungkap modus penyelundupan 70 ton daging beku dari Singapura
27 January 2026 16:25 WIB
BKHIT Kepri pastikan 29 ton daging ayam beku yang masuk ke Natuna aman
23 January 2025 19:28 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB