Kapal nelayan ditabrak tanker di Selat Malaka
Sabtu, 25 Juli 2020 12:52 WIB
Ilustrasi - Kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur, Kamis (28/5/2020). (ANTARA/Hayaturrahmah)
Banda Aceh (ANTARA) - Kapal motor nelayan Aceh Timur berbobot 53 gross ton (GT) dengan nama lambung KM PA-02 dilaporkan ditabrak kapal tanker di perairan Selat Malaka.
Sekretaris Panglima Laot Lhok Kuala Idi, Aceh Timur, Husaini, di Idi, Sabtu, mengatakan lokasi kejadian diperkirakan 35 mil dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (24/7).
"Insiden tersebut menyebabkan dua ABK mengalami luka akibat pecahan kaca kapal. Dinding kapal rusak akibat benturan keras akibat ditabrak kapal tanker," kata dia.
ABK KM PA-02, yakni Marzuki, Sopian, Aji, Mukti, Jupri, Wanda, Muhammad, Midi, Sulaiman, Marzuki, Zulkahar, Fudli, Mustakim, Budi, Rijal, Ishak, Fat, Zullfikar, dan Fadli.
"Sedangkan dua korban yang terluka belum diketahui namanya," kata dia.
Husaini mengatakan kejadian tersebut ketika KM PA-02 sedang menangkap ikan. Tiba-tiba mendung hitam menyelimuti perairan disertai hujan lebat. Perubahan cuaca tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang.
Dalam suasana hujan lebat, muncul kapal tanker. Karena jarak terlalu dekat, nahkoda KM PA-02 tidak dapat menghindarinya, sehingga kapal tanker tersebut menghantam kapal nelayan Aceh Timur itu.
Kepala Satuan Polisi Air Polres Aceh Timur AKP Zainurrusydi mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi kecelakaan laut tersebut.
Namun, pihaknya belum mengetahui persis kronologis kejadian.
"Kami belum mengetahui persis kejadiannya karena lokasinya berada di atas 35 mill dari pantai. Bahkan, pemilik atau nakhoda kapal belum melaporkan kejadiannya," kata dia.
Sekretaris Panglima Laot Lhok Kuala Idi, Aceh Timur, Husaini, di Idi, Sabtu, mengatakan lokasi kejadian diperkirakan 35 mil dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (24/7).
"Insiden tersebut menyebabkan dua ABK mengalami luka akibat pecahan kaca kapal. Dinding kapal rusak akibat benturan keras akibat ditabrak kapal tanker," kata dia.
ABK KM PA-02, yakni Marzuki, Sopian, Aji, Mukti, Jupri, Wanda, Muhammad, Midi, Sulaiman, Marzuki, Zulkahar, Fudli, Mustakim, Budi, Rijal, Ishak, Fat, Zullfikar, dan Fadli.
"Sedangkan dua korban yang terluka belum diketahui namanya," kata dia.
Husaini mengatakan kejadian tersebut ketika KM PA-02 sedang menangkap ikan. Tiba-tiba mendung hitam menyelimuti perairan disertai hujan lebat. Perubahan cuaca tersebut menyebabkan jarak pandang berkurang.
Dalam suasana hujan lebat, muncul kapal tanker. Karena jarak terlalu dekat, nahkoda KM PA-02 tidak dapat menghindarinya, sehingga kapal tanker tersebut menghantam kapal nelayan Aceh Timur itu.
Kepala Satuan Polisi Air Polres Aceh Timur AKP Zainurrusydi mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi kecelakaan laut tersebut.
Namun, pihaknya belum mengetahui persis kronologis kejadian.
"Kami belum mengetahui persis kejadiannya karena lokasinya berada di atas 35 mill dari pantai. Bahkan, pemilik atau nakhoda kapal belum melaporkan kejadiannya," kata dia.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga harap jalan di Aceh Tengah bisa kembali normal pasca bencana Sumatera
19 February 2026 15:41 WIB
Pemerintah tambah anggran pemulihan pasca bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
05 February 2026 15:35 WIB
PLN pindahkan jalur listrik Bireuen-Takengon antisipasi terjadinya sinkhole
02 February 2026 12:26 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB