Natuna (ANTARA) - Stasiun BMKG Tanjungpinang, Kepri, meminta warga waspada gelombang tinggi mencapai 7 meter di Perairan Natuna dan Anambas diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
"Bahkan berpotensi terjadi sampai bulan Januari 2021," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Khalid, Rabu.
Khalid menyampaikan ketinggian gelombang di Natuna dan Anambas dipicu kondisi cuaca sudah memasuki musim utara. Kemudian, adanya tekanan udara rendah di kedua pulau terluar tersebut memicu terjadinya pusaran angin yang begitu kuat.
"Faktor geografis Natuna dan Anambas yang merupakan laut lepas dan berbatasan langsung dengan negara luar turut menimbulkan gelombang tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat setempat tidak berenang di pantai saat momen libur Natal dan tahun baru karena khawatir terseret arus dan gelombang tinggi.
Masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut pun diminta waspada dan aktif memantau perkembangan cuaca terkini sebelum berlayar, yiatu melalui laman website www.bmkg.go.id.
Demikian pula para nelayan yang turun melaut di tengah ancaman gelombang setinggi 7 meter, harus tetap berhati-hati.
"Kalau turun ke laut upayakan bawa perlengkapan demi keselamatan diri, seperti life jacket, alat komunikasi, dan berkelompok," demikian Khalid.
Gelombang di Natuna dan Anambas capai 7 meter
Rabu, 23 Desember 2020 16:04 WIB
Pemandangan perahu berlayar di perairan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (Ogen)
Pewarta : Ogen
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD catat 645 KK terdampak banjir hingga longsor di Kabupaten Bintan
11 January 2025 16:46 WIB, 2025
Polda Kepri kirim bantuan untuk warga terdampak angin kencang di Bintan
14 September 2024 19:27 WIB, 2024
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB