Luhut Panjaitan BLE buat Batam lebih kompetitif sebagai kawasan industri

id Batam logistics ecosystem, biaya logistik batam,menko maritim dan investasi,luhut panjaitan

Luhut Panjaitan  BLE buat Batam lebih kompetitif sebagai kawasan industri

Tangkapan layar siaran Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan keterangan pers usai peluncuran BLE di Batam Kepulauan Riau, Kamis.

Batam (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Batam Logistics Ecosystem (BLE) akan membuat kawasan Batam lebih kompetitif sebagai kawasan industri.

"Kami melihat peluncuran BLE yang akan membuat Batam kompetitif, bersaing dengan negara tetanga," kata Menteri Luhut usai meninjau lokasi rencana landasan jembatan Batam-Bintan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

BLE diharapkan mampu mengurangi biaya logistik di kawasan setempat.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar warga Batam dan Bintan harus salin mendukung satu sama lain.

Dalam peresmian BLE di Batam, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan biaya logistik di Indonesia relatif lebih besar dibanding negara tetangga.

"Kalau Indonesia mengeluarkan 23,5 persen dari kue nasional sebagai biaya logistik, sementara Malaysia hanya 13 persen," kata dia.

Dengan besaran biaya logistik sebesar itu, maka tentu investor akan memilih negara tetangga.

"Kalah berkompetisi hanya dari biaya logistik," kata dia.

Ia mengatakan, kinerja ekonomi Batam mengalami kesulitan, padahal Batam adalah beranda negara, kawasan yang berhadapan dengan negara tetangga.

Maka pemerintah dan pihak terkait memiliki pekerjaan rumah untuk membangun Batam menjadi destinasi investasi yang baik.

Ia optimistik, dengan BLE, maka kinerja investasi Batam akan membaik. Karena sistem itu mampu membuat lebih efektif dan esisien.

Dengan BLE, maka pihak terkait akan dapat mengetahui kapan barang akan tiba di pelabuhan, kapan dibongkar dan lainnya.

"Sehingga perusahaan tidak perlu menunggu. Supir tidak lama menunggu kapal yang belum tahu kapan," kata dia.

Pihak berkepentingan juga dapat mengetahui kapan barang-barang itu dibawa ke kawasan industri, kapan kembali ke pelabuhan untuk diekspor.

"Seluruh dunia sudah melakukannya," kata dia.


 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar