Polisi akan awasi pangkalan gas nakal

id gas melin, karimun

Polisi akan awasi pangkalan gas nakal

Ket: Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan. Foto Antara Kepri/Elhadif Putra

Karimun (ANTARA) - Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah akan mengawasi langsung pangkalan-pangkalan gas elpiji yang ada di Kabupaten Karimun terkait langkanya gas elpiji 3 kilogram di daerah tersebut.

"Kami akan melakukan pengawasan, supaya penyaluran gas bersubsidi tersebut tepat sasaran," kata Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, Selasa.

Ditegaskan Adenan, apabila ditemukan ada pangkalan yang nakal maka pihaknya akan melakukan proses lebih lanjut.

"Kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut kalau tidak sesuai ketentuan," ujarnya.

Selain langsung mengawasi, kepolisian juga ikut hadir dalam pertemuan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun dan para agen atau pemilik pangkalan gas elpiji.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli mengatakan pihaknya menggelar pertemuan dalam rangka sosialisasi penyaluran gas bersubsidi yang tepat sasaran.

"Pertemuan kita lakukan dua hari bersama agen, pangkalan dan kepolisian. Kita ingin agar elpiji 3 kilogram ini tepat sasaran ke masyarakat yang tidak mampu," kata Yosli.

Diketahui  dalam beberapa pekan ini, gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Karimun langka. Masyarakat kesulitan mendapatkan gas melon tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, kuota elpiji 3 kilogram di tahun 2019 yang diterima sebanyak 4.900 matrix ton. 

Kemudian Pemerintah Daerah Karimun mengusulkan tambahan kuota elpiji 3 kilogram menjadi 5.000 matrix ton. 

Namun bukannya bertambah, kuota yang diterima malah berkurang. Pada tahun 2021 Kabupaten Karimun hanya mendapatkan 3.196 matrix ton, berdasarkan surat edaran Kementerian ESDM RI.

Sementara Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun merasa terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram karena peruntukan yang tidak tepat sasaran.

Gas elpiji 3 kilogram yang seharusnya diperuntukkan bagi kalangan bawah turut digunakan oleh masyarakat mampu. 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar