Larang mudik jalur udara Natuna ditutup, pelabuhan terpantau normal

id Natuna, mudik lebaran 2021, arus mudik, larangan mudik

Larang mudik jalur udara Natuna ditutup, pelabuhan terpantau normal

Tampak petugas mengawasi para penumpang turun dari KM Sabuk Nusantara 80 di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, Jum'at (7/5). (Antara Kepri/Cherman)

Natuna (ANTARA) - Hari pertama larangan mudik di Kabupaten Natuna, tidak terlihat lonjakan penumpang yang terjadi dibeberapa titik pelabuhan di Natuna dan jalur penerbangan yang telah ditutup total.

"Kalau tadi pagi menggunakan Kapal Roro tujuan Subi dan Serasan lumayan ada peningkitan sedikit, tetapi tidak signifikan, sekitar dua ratusan lebih, itu normal," kata Petugas Pelabuhan kepada ANTARA, Jumat.

Terpantau jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Payung, Penagi, penumpang menggunakan Kapal Roro terpantau kurang lebih 200 orang melakukan perjalanan untuk mudik ke Kecamatan Subi dan Serasan.

Sementara pelabuhan Selat Lampa penumpang yang menggunakan KM Sabuk Nusantara 80 sedikitnya 60 orang penumpang turun ke Natuna dari Subi, Serasan dan Kalimantan Barat.

Sedangkan untuk mendukung kebijakan larangan mudik juga dilakukan melalui jalur udara oleh maskapai penerbangan Lion Air, melalui surat pemberitahuan kepada calon penumpang mulai tangga 7 Mei sampai dengan 17 Mei 2021 penerbangan dari dan menuju Natuna ditutup total.

Hingga sore belum ada konfirmasi resmi dari Kepala Dinas Perhubungan setempat terkait berapa jumlah sebenarnya penumpang yang masuk dan keluar dari Natuna, serta apa saja upaya pemerintah setempat dalam mendukung kebijakan larangan mudik oleh pemerintah pusat.

Sedangkan upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 terlihat petugas disiagakan di masing - masing pelabuhan dengan mengecek suhu tubuh penumpang dan persyaratan lainnya.
 
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar