Kisah Wabup Lingga evakuasi korban kapal tenggelam

id Kisah Wabup Lingga evakuasi korban kapal tenggelam,KM Wilcy Jaya Sakti

Kisah Wabup Lingga evakuasi korban kapal tenggelam

Wakil Bupati Lingga saat melakukan evakuasi korban mayat yang berhasil ditemukan (Nurjali)

Lingga (ANTARA) - Kisah Wakil Bupati Lingga melakukan evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, yang merupakan kapal kayu membawa bahan kelontong dan sembako, beserta penumpang untuk tujuan Nipah Panjang, Tanjung Jabung Timur ke Dabosingkep, Kabupaten Lingga.

Informasi tenggelamnya kapal tersebut, diketahui oleh Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy, sekitar pukul 10.00 Wib pagi waktu setempat, waktu itu berita kapal tenggelam banyak beredar di media-media lokal maupun nasional, yang berada di wilayah Jambi.

Neko Wesha Pawelloy menceritakan, dirinya baru mendapati informasi bahwa ada warga Kabupaten Lingga sekitar pukul 12.00 siang, dan setelah mendengar kabar tersebut, dirinya langsung menghubungi beberapa pihak di Tanjung Jabung Timur, salah satunya adalah Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur.

"Kemudian sekitar jam 13.00 Wib, kami menuju ke pelabuhan Dabo dan mempersiapkan beberapa fasilitas untuk mengevakuasi korban ke Dabosingkep, karena lokasinya tidak jauh dari Dabo," ujarnya.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Robby Nahliansyah kembali menghubungi Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy dan menyampaikan bahwa cuaca diwilayahnya, masih sangat ekstrim dan tidak memungkinkan untuk mengevakuasi korban yang merupakan warga Lingga untuk dibawa ke Dabosingkep.

Proses Evakuasi

Sekitar pukul 17.30 hingga menjelang malam korban yang selamat berhasil dibawa kedarat, dan terdapat 18 orang yang selamat enam diantaranya merupakan warga Kabupaten Lingga yang merupakan dua keluarga. Para korban dievakuasi ke Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, dan dilakukan PCR Swab sehingga didapati dua orang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari dua orang tersebut terdapat satu orang merupakan warga Kabupaten Lingga yang merupakan korban satu keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu, nenek, serta tiga orang anak perempuan, dan yang terkonfirmasi positif adalah kakak tertuanya.

"Korban positif langsung diisolasi mandiri di Rumah Sakit terdekat, sementara tiga orang yang merupakan satu keluarga diinapkan dirumah keluarga terdekatnya di Kampung Laut," jelasnya.

Kemudian untuk dua korban lainnya yang merupakan ibu dan anak, dijemput oleh pihak keluarganya ke Nipah Panjang.

Hingga malam koordinasi terus dilakukan oleh oran nomor dua Kabupaten Lingga tersebut, dan menghimpun semua informasi termasuk koordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca. Hingga menjelang tengah malam, Wakil Bupati Lingga bersama dengan Polairud Polres Lingga, Syahbandar Dabosingkep, dan beberapa OPD terkait melakukan rapat.

"Dan kita putuskan untuk turut serta melakukan pencarian korban dan melakukan evakuasi korban yang masih selamat, dan sekitar pukul 05.30 subuh kapal lepas tali dari pelabuhan Dabosingkep," ujarnya.
 
Wakil Bupati Lingga saat menyisir lokasi tempat tenggelamnya kapal (Nurjali)

Hari pertama pencarian

Dihari pertama pencarian cuaca cukup bersahabat, sekitar pukul 09.00 pagi dengan menggunakan Kapal MV Arena dengan kapasitas 120 orang, yang diisi 30 orang dari berbagai instansi vertikal dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lingga mulai menyusuri lokasi tempat karamnya kapal KM Wicly Jaya Sakti. 

Rombongan sempat menyambangi beberapa nelayan yang melintasi perairan tersebut, sambil menyampaikan kabar bahwa ada kapal tenggelam dan berhap untuk dapat, saling berbagi informasi kepada rombongan.

"Dalam rombongan tersebut ada Kasat Polairud Polres Lingga, Syahbandar Dabo, Camat Singkep Selatan, Sekcam Singkep, Direktur RSUD Dabo, dan beberapa OPD terkait," ujarnya.

Pagi itu juga terdengar kabar bahwa sudah ditemukan satu korban yang tewas, sayangnya bukan merupakan warga Kabupaten Lingga, rombongan terus berjalan perlahan meyambangi kapal Tug Boat dan menemui kapten kapal serta ABK nya, untuk saling bertukar informasi. Sempat juga menyambangi kapal pembawa kelapa hingga sampan nelayan.

Hingga pukul 10.40 Wib rombongan tiba di Kampung Laut, dan menemui tiga korban selamat yang disambut langsung oleh Camat Kuala Jambi Taufiq Kurniawan. Setelah berbincang sebentar dengan korban dan keluarga, akhirnya ketiganya memutuskan untuk ikut bersama rombongan kembali ke Kabupaten Lingga.

"Sekitar menjelang tengah hari kami bertolak ke Pos Sar Bersama di Nipah Panjang, untuk melihat korban yang ditemukan," ujarnya.

Kapal rombongan kandas

Saat akan menuju ke Nipah Panjang, Kapal MV Arena Kandas saat akan masuk ke muara. Tanpa banyak berfikir Wakil Bupati Lingga memanggil speed boat yang melintasi wilayah tersebut, dan memutuskan untuk menuju ke Nipah Panjang menggunakan Speed Boat, sayangnya tidak semua rombongan dapat turun.

Saat itu hanya Wakil Bupati, Kasat Polairud, BPBD dan beberapa tim lainnya yang menuju ke lokasi, dan Antara juga ikut dalam rombongan tersebut, sementara rombongan lainnya menunggu dikapal sampai air kembali pasang untuk dapat masuk ke muara sungai Nipah Panjang.

"Disana sudah ada beberapa pejabat, mulai dari Basarnas, Kapolres Tanjab Timur, dan Camat Nipah Panjang," ujarnya.

Kami mendapati bahwa akan ada tiga korban lagi yang berhasil ditemukan oleh tim Sar Gabungan, sekitar pukul 17.00 kapal yang membawa korban meninggal tiba di Dermaga Nipah Panjang.

Tim DVI Polda Jambi langsung melakukan identifikasi jenazah yang ditemukan di Puskesmas Nipah Panjang, yang menjadi lokasi Sar gabungan, alhasil setelah menunggu beberapa jam, didapati bahwa satu korban merupakan warga Kabupaten Lingga, yang merupakan nenek dari satu keluarga warga Lingga.
 
Wakil Bupati Lingga mencoba menenangkan salah satu keluarga koban kapal tenggelam (Nurjali)

Korban meninggal pertama

Mayat yang ditemukan tersebut, langsung diidentifikasi lanjutan dengan melibatkan keluarga yang kami bawa bersama rombongan, setelah diidentifikasi sekitar pukul 22.00 Direktur RSUD Dabo dr Bukit Gultom, yang memimpin tim kesehatan langsung melakukan pembersihan jenazah dan kembali membungkus jenazah untuk dibawa kembali ke Kabupaten Lingga, sesuai permintaan keluarga.

Korban meninggal atas nama Rosmawati (65 th) tersebut merupakan Ibu dan nenek dari korban yang selamat. Setelah dilakukan pembersihan oleh tim kesehatan, mayat korban langsung dibawa ke Kabupaten Lingga malam itu juga, dan sekitar pukul 00.00 Wib tengah malam kapal MV Arena Lepas tali dari Nipah Panjang.

Perjalanan sungai dan laut dilalui ditengah malam, tanpa rasa was-was sedikitpun oleh Wakil Bupati Lingga. Setelah menempuh perjalanan sungai kurang lebih satu jam lebih, kami memasuki perjalanan laut yang ditempuh kurang lebih dua jam lebih.

"Kapal tiba sekitar pukul 02.45 dini hari, dan jenazah langsung dibawa ke pemakaman," sebutnya.

Setelah dimandikan dan disholatkan di pemakaman, jenazah pun dikembumikan pada pukul 03.00 dini hari.

Jenazah Siswi Berprestasi

Pada siang harinya sekitar pukul 12.00 Wib tengah hari, Wakil Bupati Lingga kembali mendapat kabar ada temuan mayat di Pulau Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, dari data anthemorthem ciri-ciri mayat yang wajahnya sudah tidak dapat dikenali lagi tersebut sangat mirip dengan korban satu keluarga.

Wakil Bupati Lingga terus menjalin koordinasi dan kembali memutuskan untuk menjemput jenazah, yang belakangan diketahui bernama Dina Permatasari (18 th) seorang siswi berperestasi di Sekolah Madrasah Aliyah Al Barakah Singkep, dan merupakan alumni MTS Negeri Singkep.

"Sekitar pukul 19.45 kami lepas tali, dan menuju ke Nipah Panjang, untuk mengambil jenazah," ujarnya.

Tiba di Nipah Panjang sekitar pukul 22.45.
Wakil Bupati Lingga saat tiba di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi yang disambut Camat Kuala Jambi (Nurjali)

"Kamipun kembali disambut masyarakat dan camat setempat, serta Kapolsek Nipah Panjang di Dermaga," sebutnya.

Setibanya di Puskemas tempat identifikasi jenazah, tim kesehatan yang dipimpin oleh dr Bukit Gultom langsung melakukan pembersihan jenazah, dan membungkus dengan kantong jenazah untuk dibawa kembali ke Dabosingkep Kabuapaten Lingga.

"Sekitar pukul 00.00 Wib tengah malam, kapal lepas tali dari Nipah Panjang," ujarnya.

Sebelum melepas jenazah ke Dabosingkep Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy memberikan sambutannya di Dermaga Nipah Panjang, yang intinya memberikan apresiasi kepada tim yang telah berhasil melakukan pencarian korban, dan ucapan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Tanjung Jabung Timur beserta masyarakat setempat, dan lembaga vertikal.

"Tiba di Dabosingkep sekitar pukul 02.45, dan jenazah langsung kita makamkan dihari yang sama," ucapnya.

Atas kejadian tersebut Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy mengatakan, dengan kejadian hari ini, dirinya meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan instansi vertikal agar lebih memperketat penumpang kapal kayu yang bukan merupakan kapal penumpang.

Sedikitnya ada 7 korban yang ditemukan meninggal dari delapan korban yang sempat hilang, dan satu korban hingga kini masih belum ditemukan. 
    
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar