Gedung Asrama Haji Batam rawat pasien COVID-19 tanpa gejala

id penanganan covid-19 di batam, covid-19 di batam,asrama haji batam, asrama haji batam tempat karantina, tempat karantina

Gedung Asrama Haji Batam rawat pasien COVID-19 tanpa gejala

Wali Kota Batam Kepulauan Riau Muhammad Rudi (berbaju putih) berfoto bersama FKPD usai meninjau lokasi karantina warga positif COVID-19 Asrama Haji setempat, Jumat. (Dok Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Dua gedung di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, Safa dan Marwah digunakan untuk merawat pasien COVID-19 tanpa gejala, yang jumlahnya terus bertambah di daerah itu. 

"Gedung Safa untuk pasien lelaki dan Gedung Marwah untuk perempuan," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat meninjau Asrama Haji bersama Kapolda Kepri, Jumat.

Saat ini, Asrama Haji Batam menampung sekitar 100 warga yang menjalani karantina di Asrama Haji dari total kapasitas 900 orang.

Selain Asrama Haji, Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri dan Kota Batam juga meninjau Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Hingga saat ini, telah terbentuk 2.375 Posko PPKM yang tersebar di penjuru Batam.

Wali Kota optimistis PPKM akan efektif menekan penyebaran COVID-19, karena langsung menyentuh masyarakat. Petugasnya pun melibatkan semua unsur di tingkat kelurahan dan RT-RW.

"Cara kerja seperti ini sempurna, karena yang tidak terjangkau di level atas akan terjangkau melalui PPKM," kata dia.

Pada peninjauan itu, Kapolda dan rombongan memberikan bingkisan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Pengurus Posko PPKM terkait.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengingatkan hingga kini Batam masih berstatus zona merah, karenanya semua pihak harus mengambil peran untuk menekan penyebaran COVID-19.

Ia juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan Posko PPKM yang telah dibentuk.

PPKM, kata dia, merupakan upaya menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga agar "Bed Occupancy Rate" rumah sakit tidak tinggi.

"Dengan demikian, layanan kesehatan bisa berjalan dalam koridor yang aman," kata dia.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar