Camat di Bintan alami insomnia setelah terinfeksi COVID-19

id Camat Bintan Utara, alami insomnia, setelah terinfeksi COVID 19

Camat di Bintan alami insomnia setelah terinfeksi COVID-19

Camat Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Firman Setyawan. (FOTO ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Camat Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Firman Setyawan mengalami kesulitan tidur (insomnia) setelah terinfeksi COVID-19.

"Saya mulai mengalami insomnia setelah lima hari terinfeksi COVID-19. Kemudian setelah sembuh pun saya masih sulit tidur," katanya di Bintan, Kamis.

Firman terinfeksi COVID-19 setelah dua kali disuntik vaksin dan mengalami gejala berupa batuk dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan nyeri pada bagian dadanya.

Batuk disertai nyeri pada bagian dada tersebut terjadi selama dua hari. Setelah lima hari terinfeksi COVID-19, jadwal tidurnya mulai berubah.

Firman baru bisa tidur pada pukul 05.00 WIB, setiap hari. Padahal matanya mengantuk sejak malam hari.

"Saat saya terinfeksi COVID-19, mungkin banyak pikiran karena ada tugas-tugas yang belum dilaksanakan, seperti pelaksanaan MTQ. Tetapi kemudian saya tidak ada beban pikiran apa-apa, tetapi masih juga sulit tidur," katanya.

Menurut dia jadwal tidurnya sekarang mulai sedikit ada perubahan. Sejak beberapa hari lalu, ia sudah bisa terlelap tidur mulai pukul 03.00 WIB.

Ia sendiri tidak mengetahui apakah ada hubungan antara COVID-19 dengan insomnia.

"Saya sudah tanyakan ke dokter. Jawabannya karena dipengaruhi pikiran. Padahal tidak ada hal berat yang menyebabkan saya sulit tidur," katanya.

Firman tertular COVID-19 dari stafnya. Sekitar sebulan yang lalu, seorang stafnya diketahui tertular COVID-19 berdasarkan hasil penelusuran terhadap pasien COVID-19 yang sempat mengikuti rapat bersamanya.

Kemudian staf tersebut menularkan virus tersebut kepada dirinya dan sejumlah staf lainnya.

"Kantor kami sempat tutup setelah ada tujuh orang terinfeksi COVID-19," demikian Firman Setyawan.





 
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar