Gubernur keluarkan aturan relaksasi pajak kendaraan bermotor di Kepri

id Relaksasi pajak kendaraan

Gubernur keluarkan aturan relaksasi pajak kendaraan bermotor di Kepri

Ilustrasi - Kendaraan bermotor di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemprov Kepri memberikan relaksasi pajak kendaraan bermotor melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi dan Keringanan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PPKB) serta Pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) kedua.

Dalam Pergub yang ditetapkan Senin (7/6) ini Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan penghapusan sanksi administratif dan keringanan pajak kendaraan bermotor berlaku pada 1 Juli 2021 hingga 30 September 2021.

"Untuk penghapusan sanksi administratif diberikan sebesar 100 persen atau menyeluruh," ujar Ansar Ahmad dalam Pergub-nya yang diterima di Tanjungpinang, Jumat (18/6).

Sedangkan untuk keringanan PPKB, kata Ansar, diberikan dengan ketentuan besarnya PPKB yang tidak atau belum dibayarkan lebih dari setahun diberikan pengurangan 50 persen setiap tahunnya.

"Yang mana pemberian keringanan ini dilakukan bersamaan dengan pembayaran PPKB," jelas Ansar.

Selanjutnya, untuk pembebasan BBNKB kedua, akan diberikan sesuai dengan nama pemilik motor yang selama ini belum didaftarkan kepemilikan.

Kemudian, bagi kendaraan bermotor yang mutasi dari antardaerah Provinsi Kepri maupun luar daerah ke Provinsi Kepri.

"Pembebasan BBNKB kedua ini diberikan sebanyak 100 persen dari pokok BBNKB kedua tersebut," demikian Ansar.

Secara terpisah, Kepala BP2RD Reni Yusneli menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Pihak UPT sudah melakukan jemput bola namun akibat kenaikan kasus aktif COVID-19, maka kebijakan tersebut akhirnya berjalan agak lambat.

“Untuk itu, dari 1 juli sampai 30 September kita akan melaksanakan relaksasi pajak dengan bentuk pajak kendaraan bermotor dengan sasaran terutama penunggak pajak,” ujar Reni.

 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar