Wabup Lingga: Kapal dari Jambi tertahan harga sembako bisa naik

id Wabup Lingga: Kapal Jambi tertahan harga sembako bisa naik

Wabup Lingga: Kapal  dari Jambi tertahan harga sembako bisa naik

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy saat mengunjungi salah satu pasar tradisional di Dabosingkep. (ANTARA/Nurjali)

Lingga (ANTARA) - Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy  akan segera mencarikan solusi dan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar kapal motor dari Provinsi Jambi yang biasa membawa  sembako tujuan Kabupaten Lingga, dapat segera beroperasi karena dikuatirkan jika terus tertahan akan memicu kenaikan harga sembako di pasar Dabosingkep.

"Kita sudah mendapati informasi tersebut, dan saat ini kami dengan segala kewenangan yang ada akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar kapal tersebut dapat kembali berlayar," ujar Neko kepada ANTARA, Minggu.

Dengan adanya keterlambatan distribusi sembako dari Jambi dengan menggunakan kapal motor tersebut, dikuatirkan akan terjadi lonjakan harga barang khususnya di wilayah Dabosingkep, yang sebagian besar mengandalkan pasokan barang-barang dari kapal Jambi tersebut.

Menurutnya, kapal-kapal tersebut tidak saja memuat kebutuhan pokok namun beberapa produk makanan ringan dan barang-barang kelontong dari Pulau Jawa juga dikirim melalui kapal kayu tersebut dan didistribusikan ke wilayah Kabupaten Lingga, bahkan wilayah Kepulauan Riau.

"Saat ini memang ada kapal rol on rol off (roro) yang sudah beroperasi kembali, namun tentunya tidak semuanya dapat terangkut dengan kapal roro sehingga masih banyak juga yang menggunakan kapal kayu," sebutnya.

Tidak saja barang sembako dari Jambi ke Kabupaten Lingga, namun terhentinya kapal tersebut juga menunda beberapa barang hasil pertanian dan perkebunan di Kabupaten Lingga, untuk dapat dibawa ke Jambi yang selama ini menjadi salah satu pasar berbagai hasil bumi.

"Jadi bukan hanya barang dari Jambi, tapi juga hasil-hasil bumi kita seperti karet dan bahan-bahan lainnya yang biasa di kirim ke Jambi untuk dijual juga akan terhambat, dan otomatis mematikan perputaran ekonomi kita disini juga," ujarnya. 

Tapi menurutnya apapun kebijakan yang diambil petugas tersebut, tentunya merupakan kebaikan bersama, akibat dari adanya kecelakaan laut yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

"Tentunya kita mendukung kebijakan tersebut, hanya saja kita ingin segala administrasi dapat dipercepat dan dipermudah namun tetap mengikuti prosedur yang ada," sebutnya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar