Pasien COVID-19 Tanjungpinang karantina terpadu di Hotel Lohas

id 131 pasien COVID 19 Tanjungpinang, jalani karantina terpadu,di Hotel Lohas

Pasien COVID-19 Tanjungpinang karantina terpadu di Hotel Lohas

Petugas penggali kubur mengebumikan pasien COVID-19 di Kompleks Pemakaman Batu 15 Tanjungpinang (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat 131 pasien COVID-19 berasal dari Kota Tanjungpinang menjalani karantina terpadu di Hotel Lohas Wellness Village Kabupaten Bintan.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Senin, mengatakan warga Tanjungpinang tersebut terdiri atas 42 laki-laki, 74 perempuan, tujuh anak-anak, serta delapan staf Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang.

"Ada tambahan dua orang dari keluarga pasien, yang tinggal di Hotel Lohas," katanya.

Warga yang terinfeksi COVID-19 namun tidak bergejala tersebut terpaksa menjalani karantina terpadu agar tidak menulari orang lain.

Karantina terpadu juga dilakukan agar pasien tersebut merasa lebih nyaman dan segera sembuh.

"Mereka diawasi petugas kesehatan sehingga cepat ditangani bila ada keluhan terkait kesehatan," ucapnya.

Ia mengatakan jumlah vila di hotel tersebut sebanyak 35 unit dan 32 unit di antaranya sudah digunakan. Jumlah tempat tidur yang sudah digunakan 132 unit dari 162 unit yang tersedia.

"Masih ada 30 unit tempat tidur yang tersisa. Kami sudah mencari alternatif lain sebagai tempat karantina terpadu seandainya Hotel Lohas penuh," ujarnya.

Jumlah pasien COVID-19 di Tanjungpinang bertambah 19 orang sehingga totalnya sejak pandemi sampai sekarang mencapai 4.108 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh mencapai 20 orang sehingga total jumlahnya mencapai 3.467 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 102 orang, tidak ada penambahan hari ini.

"Jumlah kasus aktif di Tanjungpinang mencapai 539 orang. Tanjungpinang ditetapkan sebagai zona oranye," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar