Warga Natuna diimbau waspada gelombang tinggi capai lima meter

id gelombang laut natuna,gelombang tinggi

Warga Natuna diimbau waspada gelombang tinggi capai lima meter

Kapal milik nelayan di Kecamatan Midai, Natuna, Kepri, terdampar di pantai imbas cuaca buruk, Rabu (14/7). ANTARA/Ogen

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Dinas Pemadam Kebakaran mengimbau masyarakat waspada angin kencang dan ketinggian gelombang saat ini mencapai empat hingga lima meter.

"Semalam di Kecamatan Midai, tiga kapal nelayan terdampar di pantai imbas angin kencang disertai gelombang tinggi," kata Kata Kepala Seksi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna Elkadar Lismana, di Ranai, Kamis

Oleh karena itu, pihaknya meminta warga terutama nelayan agar menahan diri tidak melaut di tengah kondisi cuaca tak menentu, karena dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Kalau pun turun melaut, dia harapkan pada posisi dekat dengan rekan sesama nelayan, kemudian berada di pinggir-pinggir pulau dan jangan terlalu lepas pantai.

Selain itu, membawa perbekalan yang cukup seperti BBM, konsumsi, alat komunikasi hingga jaket keselamatan.

"Kami sarankan tidak melaut terlalu jauh dari garis pantai agar mudah dipantau petugas terkait," ujarnya.

Pihaknya turut mengingatkan masyarakat di daerah pesisir mengantisipasi bencana angin puting beliung dipicu cuaca ekstrem.

Ia mengungkap, puting beliung berskala ringan sempat menerjang Desa Sepempang, Rabu (14/7) sehingga belasan rumah rusak.

Di samping itu, lanjut dia, bahaya gelombang tinggi juga dapat mengancam kerusakan rumah warga, khususnya yang dibangun di permukaan air laut di pesisir pantai.

"Gelombang tinggi dapat memicu air laut pasang besar, bahkan bisa merendam rumah warga di permukaan air laut di pesisir pantai," tuturnya.

Lebih lanjut Elkadar menyampaikan cuaca ekstrem mulai melanda pulau terluar Indonesia itu dalam sepekan terakhir, dan diprediksi bertahan hingga bulan Agustus dan September 2021.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE