Legislator Kepri minta pemda siapkan layanan informasi vaksinasi

id Layanan informasi vaksin

Legislator Kepri minta pemda siapkan layanan informasi vaksinasi

Legislator Kepri Wahyu Wahyudin. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.)

Tanjungpinang (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Wahyu Wahyudin meminta pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota menyiapkan pusat layanan informasi vaksinasi guna mempermudah warga mengakses vaksin.

Wahyudin kerap menerima laporan dari sejumlah masyarakat yang masih bingung bagaimana cara mendapatkan vaksin, mengetahui lokasi vaksinasi, hingga tempat mengadu ketika mengalami efek samping/sakit setelah disuntik vaksin.

"Layanan informasi vaksinasi dapat permudah warga mengakses vaksin, sehingga target vaksinasi terealisasi sesuai yang direncanakan," kata Wahyudin di Tanjungpinang, Sabtu.

Politisi PKS itu mengatakan dengan adanya layanan vaksinasi yang jelas dan akurat, maka akan meminimalisasi antrean panjang warga di lokasi vaksinasi. Apalagi di tengah kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat di daerah tersebut.

Dia mencontohkan pada Kamis (22/7) ribuan warga antre di pusat vaksinasi di Stadion Tumenggung di Kota Batam untuk mendapatkan vaksin. Namun, warga dibuat kecewa karena setelah sampai di lokasi itu ternyata vaksin tidak tersedia.

"Ini terjadi karena miskomunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Kalau sudah ribuan antre, tentu PPKM tak ada gunanya," tutur dia.

Selain itu, Wahyudin meminta pemerintah daerah menginformasikan dengan rinci terkait distribusi vaksin setelah dikirim dari pusat ke daerah.

"Misalnya, didistribusikan ke Batam, itu di mana saja kemudian kapan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Jadi warga bisa tahu dan dapat segera mendaftar," ujar Wahyudin

Saat ini antusias masyarakat Kepri untuk divaksin tinggi, sehingga wajar warga setiap hari begitu semangat menunggu informasi soal vaksinasi.

"Apalagi sekarang semua urusan harus ada surat vaksin, contohnya buat KTP-e," ucap-nya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar