Menkes ajak masyarakat terapkan prokes sebagai hadiah HUT RI

id menkes budi gunadi sadikin,hut kemerdekaan indonesia ke-77, protokol kesehatan,covid-19

Menkes ajak masyarakat terapkan prokes sebagai  hadiah HUT RI

Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat Indonesia memberikan hadiah Hari Ulang Tahun Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penerapan protokol kesehatan.

"Sekitar 22 hari lagi kita merayakan ulang tahun ke-77 Indonesia. Yuk kita berikan hadiah bersama-sama dengan melaksanakan protokol kesehatan diri kita sendiri" kata Budi dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.

Budi mengatakan jika bangsa Indonesia dapat melaksanakan hal tersebut, maka dapat mengurangi risiko penularan COVID-19 pada diri, keluarga dan seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, hal itu akan menjadi hadiah terbaik di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, di tengah masa pandemi yang belum kunjung usai.

"Kalau kita bisa laksanakan itu, bisa mengurangi risiko penularan diri kita, keluarga kita, tetangga kita, dan seluruh rakyat Indonesia. Itu adalah hadiah terbaik bangsa dan negara kita," ujar dia.

Hingga kini, Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperlihatkan angka kematian akibat COVID-19 pada Senin mencapai 1.487 orang dengan Jawa Timur mencatat penambahan tertinggi yaitu 371 orang.

Penambahan angka kematian tersebut disertai juga dengan tambahan 28.228 kasus baru dan 40.374 pasien yang dinyatakan sembuh, menurut data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Senin sore.

Dengan penambahan itu maka total Indonesia mencatatkan 3.194.733 kasus COVID-19 dengan 2.549.692 orang di antaranya telah sembuh dan 84.766 orang meninggal dunia sejak pasien pertama terkonfirmasi di Tanah Air pada Maret 2020.

Kasus aktif atau pasien yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri akibat COVID-19 mengalami penurunan 13.633 orang dibandingkan kemarin, sehingga saat ini terdapat 560.275 kasus aktif. Ada pula 287.987 orang yang masuk dalam kategori suspek.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar