Wabup Lingga: Penutupan area jalan terbaik saat ini cegah COVID-19

id Wabup Lingga: Blocking area jalan terbaik saat ini

Wabup Lingga: Penutupan area jalan terbaik saat ini cegah COVID-19

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy (ANTARA/Nurjali)

Lingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lingga kembali melakukan penutupan area setelah resmi ditetapkan menjadi daerah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga hasil kesepakatan rapat bersama dengan sejumlah pengambil kebijakan di Gedung Daerah Dabosingkep, Senin (26/07) malam.

"Ini pilihan terbaik saat ini, dan harus dilakukan karena kami sudah banyak kehilangan orang-orang terbaik akibat pandemi COVID-19 ini," ujar Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, kepada wartawan, Selasa.

Menurutnya kebijakan yang akan diambil nantinya dengan lebih mempertegas pembatasan kegiatan masyarakat, salah satunya warung-warung kopi hanya boleh buka sampai jam 20.00 Wib atau jam delapan malam. Kemudian masyarakat disarankan untuk membeli makanan, untuk dibawa ke rumah tidak nongkrong di warung kopi.

Selain itu untuk sekolah-sekolah tidak ada lagi kegiatan belajar tatap muka, dan semua wilayah di Kabupaten Lingga ditetapkan menjadi zona merah. Sehingga semua aktifitas belajar dilakukan melalui daring, para pekerja dan pemilik usaha juga diwajibkan untuk menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi para pekerjanya.

"Semua kebijakan ini tentu akan ada pro dan kontra, tapi ini kami lakukan demi keselamatan bersama, rumah sakit kita sudah hampir penuh, pasien meninggal hampir setiap hari, semoga ikhtiar kita ini membawa hasil yang terbaik kedepannya," ujarnya.

Selain itu mengenai habisnya dosis vaksin COVID-19 di Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy mengatakan sudah menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi agar segera didatangkan dosis vaksin baru, sehingga tujuan pemerintah untuk membentuk herd immunity (kebal terhadap penyakkit) dapat segera terbentuk.

"Kami akan gesa terus, semua yang berhubungan dengan penanganan COVID-19 saat ini akan dilakukan upaya maksimal, dan kami tidak akan tinggal diam," ujarnya. 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE