Korban terakhir dari kondominium runtuh di Florida ditemukan

id gedung runtuh,florida

Korban terakhir dari kondominium runtuh di Florida ditemukan

Keseluruhan Gedung kondominium Champlain Towers South diruntuhkan oleh petugas di Surfside, Florida, AS, Minggu (4/7/2021). Sebelumnya gedung tersebut runtuh sebagian dan mengakibatkan 12 korban meninggal dan 149 hilang. (ANTARA FOTO/REUTERS/Marco Bello/foc.)

Miami (ANTARA) - Jenazah korban terakhir yang hilang dari gedung kondominium yang runtuh di Florida pada 24 Juni telah ditemukan dan diidentifikasi, sehingga jumlah korban tewas menjadi 98, kata pejabat Miami-Dade County, Senin (26/7) waktu setempat.

Jenazah yang dikenali sebagai Estelle Hedaya, 54 tahun, itu ditemukan oleh tim penyelamat pada 20 Juli, dan tim forensik berusaha melakukan identifikasi sebelum mengumumkannya pada Senin, kata pihak berwenang kepada pers.

Pencarian siang-malam oleh Dinas kebakaran Miami-Dade di lokasi reruntuhan kondo Champlain Towers South yang berada di kawasan tepi laut Surfside, Miami, resmi dihentikan pada Jumat lalu.

Wali Kota Miami-Dade County Daniella Levine Cava menyebut operasi SAR dan upaya mengidentifikasi korban sebagai "tanggap darurat non-badai terbesar dalam sejarah negara bagian" Florida.

"Hari ini dapat saya laporkan, berkat upaya heroik yang terus menerus, korban terakhir yang hilang telah ditemukan dan diidentifikasi dan keluarganya telah diberitahu," kata Wali Kota. "Melalui upaya tak kenal lelah ini kita mampu setidaknya memberi jawaban pada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta."

Jumlah kematian terkonfirmasi terdiri dari 97 orang yang tewas ketika gedung itu runtuh dan penghuninya sedang tidur, dan satu lagi meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Tak seorang pun penyintas ditemukan di tumpukan beton yang hancur, serpihan kayu, dan logam-logam yang bengkok sejak beberapa jam setelah kejadian 33 hari lalu, dan pihak berwenang secara resmi menutup peluang menemukan penyintas pada 7 Juli.

Meskipun jenazah dari setiap korban yang diyakini terperangkap dalam reruntuhan sudah ditemukan, polisi masih terus menyisir puing-puing untuk mencari barang pribadi para korban untuk diserahkan kepada kerabat mereka, kata Levine Cava.

Pihak berwenang mengatakan mereka masih mengumpulkan bukti untuk menyelidiki penyebab runtuhnya gedung tersebut, meskipun sebuah laporan konstruksi pada 2018 menyebutkan adanya temuan kerusakan struktur bangunan.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar