Laboratorium PCR Karimun sudah diresmikan tapi tunggu izin operasional dari Kemenkes

id Laboratorium PCR beroperasi,Laboratorium PCR di Karimun tunggu izin operasional,tunggu izin operasional dari Kemenkes

Laboratorium PCR Karimun sudah diresmikan tapi tunggu izin operasional dari Kemenkes

Bupati Karimun saat meninjau laboratorium PCR di RSUD Muhammad Sani, Senin (2/8). (ANTARA/HO-Facebook Humas Pemkab Karimun)

Karimun (ANTARA) - Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, laboratorium PCR di RSUD Muhammad Sani di daerah setempat sudah diresmikan sejak Senin 2 Agustus 2021, namun masih menunggu izin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita dorong Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad menggesa Kemenkes segera menerbitkan izin penggunaan laboratorium PCR ini," kata Bupati Aunur Rafiq, Rabu.

Rafiq menyebut pihaknya juga sudah menyurati langsung Kemenkes terkait izin pengoperasian laboratorium PCR tersebut. Sesuai SOP, izin itu bisa terbit sampai dua minggu lamanya.

Dia berharap izin Kemenkes itu bisa terbit tiga atau empat hari, karena sudah dilakukan verifikasi dan akreditasi kelayakan terhadap alat PCR itu.

"Dengan keadaan COVID-19 saat ini, kami harap Kemenkes mempercepat izinnya keluar. Mudah-mudahan tak perlu sampai dua minggu," ujarnya.

Kendati demikian, kata dia, alat PCR ini sudah bisa digunakan sambil menunggu izin Kemenkes keluar.

Akan tetapi penggunaanya masih terbatas untuk internal, setelah izinnya keluar baru digunakan secara keseluruhan.

"Tetapi saat urgensi alat ini bisa kita gunakan. Seperti ada kasus meninggal dan perlu segera dites COVID-19," ucapnya.

Lanjut Rafiq menyampaikan dengan kehadiran laboratorium PCR ini maka pemerintah dan masyarakat Karimun makin dimudahkan dalam layanan tes COVID-19, terutama untuk melakukan 3T atau Testing, Tracing, dan Treatment.

Rafiq mengatakan laboratorium PCR sifatnya perlu terkait pengujian terhadap COVID-19. Alat ini tentu membantu tim medis menangani pandemi COVID-19 di Karimun.

"Kemampuan Alat PCR ini mencapai 54 sampel per hari, ini sangat membantu dan diharapkan tidak mudah rusak, sehingga dapat membantu tim medis dan masyarakat," demikian Rafiq.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar