Kabupaten dan kota di Kepri zona kuning COVID-19

id Satgas,kabupaten dan kota di Kepri, Zona Kuning COVID 19

Kabupaten dan kota di Kepri zona kuning COVID-19

Petugas BPBD Kepri menyemprot disinfektan di salah satu rumah warga di Jalan Tugu Pahlawan, Tanjungpinang (Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebutkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau merupakan zona kuning atau risiko sedang penularan COVID-19.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Lamidi, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, sebelumnya, Tanjungpinang ditetapkan sebagai zona oranye, sementara Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas sebagai zona kuning.

"Alhamdulillah, seluruh kabupaten dan kota di Kepri ditetapkan pusat sebagai zona kuning seiring dengan penurunan jumlah kasus aktif COVID-19, yang signifikan," kata Lamidi, yang juga Penjabat Sekda Kepri.

Ia menjelaskan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri sebanyak 374 orang, naik dibanding sehari yang lalu 368 orang. Kasus aktif COVID-19 di Kepri tersebar di Batam 67 orang, Tanjungpinang 101 orang, Bintan 87 orang, Karimun 54 orang, Anambas 10 orang, Lingga 11 orang, dan Natuna 44 orang.

Jumlah pasien baru COVID-19 bertambah 45 orang sehingga menjadi 53.461 orang, tersebar di Batam 25.837 orang, Tanjungpinang 10.107 orang, Bintan 5.556 orang, Karimun 5.386 orang, Anambas 1.829 orang, Lingga 2.304 orang, dan Natuna 2.442 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 36 orang sehingga menjadi 5.1351 orang, yang tersebar di Batam 24.935 orang, Tanjungpinang 9.608 orang, Bintan 5.291 orang, Karimun 5.179 orang, Anambas 1.773 orang, Lingga 2.208 orang, dan Natuna 2.357 orang.

Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 2 orang sehingga 1.736 orang, tersebar di Batam 835 orang, Tanjungpinang 398 orang, Bintan 178 orang, Karimun 153 orang, Anambas 46 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 41 orang.

"Kami imbau masyarakat untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas," ujarnya.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE