
TNI di Kepri berperan penting turunkan PPKM ke level satu

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan TNI sangat berperan penting dalam menurunkan penyebaran COVID-19 di daerah itu hingga berada di PPKM level satu.
Ansar, di Tanjungpinang, Selasa, mengapresiasi jajaran TNI selama masa pandemi COVID-19 telah ikut bersama pemerintah daerah menangani masalah pandemi ini.
Menurutnya, TNI bekerja keras mengawal penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan menyukseskan program vaksinasi hingga ke pulau-pulau terluar.
"Berkat kerja sama dengan pemda, TNI, dan unsur Forkopimda. maka PPKM Kepri kini di level satu, semoga capaian ini bisa dipertahankan," kata Gubernur Ansar usai peringatan upacara HUT Ke-76 TNI di Gedung Daerah.
Ansar mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan TNI dalam mengawal berbagai bidang pembangunan di Kepri.
TNI menjadi garda terdepan, khususnya dalam menjaga kedaulatan maritim di pulau terluar Natuna dari ancaman pihak-pihak asing, paparnya.
Ansar menitipkan pesan kepada jajaran TNI agar lebih kuat, membangun sinergi bersama segenap satuan yang ada, mampu mencintai, dan dicintai rakyat.
"Jadilah TNI yang manunggal dengan rakyat, TNI yang dicintai dan mencintai rakyat, tetap bangun sinergi agar lebih kuat dalam mempertahankan bangsa dan negara Republik Indonesia. Bersatu, berjuang, kita pasti menang," ujar Ansar
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan 1 (Kogabwilhan) Muhammad Ali dalam kesempatan ini berterima kasih kepada Pemprov Kepri dan seluruh satuan TNI-Polri yang menyelenggarakan perayaan HUT Ke-76 TNI dengan aman, lancar, sehat, dan bahkan bisa mengikuti acara yang dilakukan di Istana Negara Jakarta secara virtual.
Dia memohon dukungan semua pihak agar TNI makin jaya, makin sinergi dengan Polri, pemerintah pusat, daerah, dan seluruh satuan yang ada.
"Jayalah selalu TNI. Jadilah TNI yang semakin dicintai dan mencintai rakyat dan menjadi pelindung bangsa," kata Muhammad Ali.
Pewarta : Ogen
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
