RAPBD 2022 Kepri ditargetkan sebesar Rp3,772 triliun

id Rancangan APBD 2022

RAPBD 2022 Kepri ditargetkan sebesar Rp3,772 triliun

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan dokumen R-APBD 2020 kepada pimpinan DPRD di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (25/10). (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2022 sebesar Rp3,772 triliun melalui rapat paripurna di kantor DPRD, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin.

Ansar dalam pidatonya mengatakan rencana kerja perangkat daerah (RKPD) dalam APBD 2022 telah ditetapkan melalui Pergub Kepri Nomor 30 bulan Juni 2021 yang berpedoman pada Perda Nomor 3 tahun 2020 tentang RPJMD Kepri tahun 2021-2026.

Dalam pidatonya itu, dia menyebut ada empat program prioritas, yakni pembangunan manusia berkualitas, unggul dan berbudaya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan infrastruktur dan lingkungan hidup berkelanjutan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang optimal.

"Kita tentu berharap sambil berdoa semoga COVID-19 dapat berakhir, sehingga ekonomi pulih dan berjalan normal," kata Ansar Ahmad.

Ansar merinci Rancangan APBD 2021 terdiri dari pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp3,412 triliun, belanja daerah diproyeksi sebesar Rp3,772 triliun, dan kebijakan penerimaan pembiayaan daerah 2022 yang diperoleh dari SILPA tahun 2021 diproyeksi sebesar Rp180 miliar.

Selain itu, katanya, terdapat penerimaan pinjaman daerah melalui BUMN PT. SMI (Persero) yang diproyeksi sebesar Rp180 miliar.

"Pinjaman PT. SMI digunakan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di semua kabupaten/kota," ungkap Ansar.

Sementara, Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadek meminta agar Rancangan APBD 2022 segera dibahas, sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

"Paling lambat APBD 2022 selesai dibahas sekaligus disahkan sebulan sebelum tahun 2022," ujar Jumaga.
Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE