Kepri tidak masuk dalam pembukaan koridor perjalanan Indonesia-Malaysia

id Akses perjalanan Indonesia-Malaysia

Kepri tidak masuk dalam pembukaan koridor perjalanan Indonesia-Malaysia

Wisman datang ke Kepri melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang sebelum pandemi COVID-19. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengakui provinsi ini tidak terlibat dalam kesepakatan kerja sama pembukaan koridor perjalanan internasional antara Indonesia dan Malaysia melalui aturan travel corridor arrangement (TCA).

Pada tahap awal, Indonesia dan Malaysia sepakat membuka koridor perjalanan dari Kuala Lumpur-Jakarta dan sebaliknya, serta Kuala Lumpur-Bali dan sebaliknya.

"Kalau pun dibuka, belum tentu ada wisman berkunjung ke Kepri karena persyaratan dari pemerintah pusat terlalu memberatkan mereka," kata Ansar di Tanjungpinang, Jumat.

Ansar bahkan sudah memastikan langsung hal itu kepada para pelaku pariwisata bahwa ada beberapa hal yang membuat wisman masih enggan datang ke Kepri meskipun akses ke negara tetangga Malaysia maupun Singapura atau sebaliknya dibuka.

Ia lantas menyebutkan beberapa hal, antara lain menyangkut syarat jaminan asuransi wisman yang cukup besar hingga penerapan karantina di hotel selama 5 hari, tanpa diperbolehkan melakukan karantina kawasan.

"Dampaknya, masa kunjungan wisman jadi makin pendek. Tentu ini akan sangat membebani mereka," ujar Ansar.

Oleh karena itu, Ansar tetap menunggu kebijakan pemerintah pusat membuka akses koridor perjalanan khususnya Kepri dan Malaysia dan tentunya dibarengi dengan berbagai fasilitas kemudahan wisman berkunjung ke daerah perbatasan tersebut.

"Harapan kita bila sudah dibuka, wisman langsung ramai-ramai datang ke Kepri. Kalau dibuka tetapi tidak ada yang datang, percuma saja," kata Ansar.

Ansar memaklumi kebijakan pemerintah pusat memperketat syarat kunjungan wisman ke daerah itu guna mengantisipasi munculnya gelombang ketiga COVID-19 menjelang liburan Natal dan tahun baru.

"Kepri pun terus berupaya menekan kasus COVID-19 yang tengah melandai, biar pemerintah pusat bertambah yakin mengizinkan akses perbatasan dengan Malaysia dibuka," katanya menegaskan.

Kesepakatan pembukaan koridor perjalanan antara Indonesia dan Malaysia yang direncanakan dalam waktu dekat ini diambil dalam pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri Malaysia Sri Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11).
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE